JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar lelang untuk ketiga kalinya pada 2025. Kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) pada 9 Desember mendatang.
"Untuk Hakordia di 2025 ini, kita akan melelang sebanyak 176 lot. Di mana 176 lot terdiri dari 73 lot barang bergerak dan 103 lot barang tidak bergerak," kata Direktur Labuksi KPK Mungki Hadipratikto kepada wartawan di Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan) KPK, Cawang, Jakarta Timur, Rabu, 26 November.
Mungki mengatakan nilai ratusan lot ini mencapai Rp289.580.080.900. "Kebanyakan memang adalah barang tidak bergerak. Barang tidak bergerak itu jenisnya seperti rumah, apartemen, bangunan, tanah, dan lain sebagainya," ungkapnya.
"Sedangkan kalau barang bergerak sebanyak 73 lot terdiri dari kendaraan, ada tas mewah, sepatu, sandal mewah kemudian emas, perhiasan, ada robot juga kemudian ada barang elektronik," sambung dia.
Lebih lanjut, Mungki mengatakan kesempatan bagi calon peserta lelang untuk melihat objek lelang atau aanwijzing bisa dilakukan pada Selasa, 2 Desember pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB di Rupbasan KPK.
"Tujuannya apa, tujuannya adalah yang utama tentu transparansi. Jadi tidak ada ceritanya para calon pesertag elang akan beli lelangnya kayak kucing dalam karung. Tidak tahu apa yang dibeli, tau-tau beli," tegasnya.
Setelah itu, calon peserta lelang bisa menawar langsung di situs lelang.go.id. "Syaratnya sangat mudah yang penting punya KTP elektronik, punya NPWP, dan punya nomor rekening. Nanti setelah itu harus memasukkan nilai jaminan," ungkap Mungki.
"Kemudian setelah di tanggal 9 (Desember, red) itu maka pejabat lelang akan menetapkan pemenang lelang sesuai dengan nilai penawaran. Nah, nilai penawaran yang paling tinggi itulah yang ditetapkan sebagai pemenang lelang," jelasnya.
BACA JUGA:
Nantinya, Mungki bilang, pemenang lelang punya waktu lima hari kerja untuk melunasi kewajibannya. "Selain itu ada bea lelang. Hanya 2 persen untuk barang tidak bergerak sedangkan barang bergerak biaya lelangnya 3 persen dari nilai lelang," ujarnya.
Adapun untuk barang paling mahal, Mungki bilang terdapat Toyota Lexus. "Sedangkan kalau barang tidak bergerak, yang paling mahal itu ada pabrik-pabrik di KPKNL Bogor. Itu nilainya kurang lebih Rp60 miliar."