JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan paket bantuan logistik senilai sekitar Rp700 juta sebagai dukungan pemulihan bagi warga terdampak tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
"Totalnya saya lupa ya, tapi sekitar 500 sampai 700 juta. Tetapi ini terus dinamis angkanya," kata Menteri Sosial (Mesnsos) Saifullah Yusuf atau sapaan akrabnya Gus Ipul.
Dalam membantu pemulihan para korban bencana alam, Kemensos juga telah menyiapkan bansos adaptif, yang diberikan bersamaan dengan layanan dukungan psikososial, dapur umum, dan pemenuhan kebutuhan mendesak lainnya di lokasi pengungsian.
"Jadi tidak hanya dukungan yang saat ini yang berkaitan dengan kedaruratan, tapi pasca itu kita juga akan ada program-program pemberdayaan," ujarnya.
Gus Ipul, sapaan Mensos, mengatakan penanganan darurat kebencanaan saat ini dilakukan pemerintah melalui penyaluran logistik dan santunan bagi para korban yang meninggal dalam musibah tersebut.
"Semuanya kita berikan dukungan, pasca-bencananya pun kita nanti masuk di pemberdayaan," ucap Mensos.
BACA JUGA:
Dalam hal ini, kata dia, Kemensos menyalurkan bantuan logistik mencakup makanan siap saji, makanan anak, lauk siap konsumsi, tenda keluarga, tenda gulung, matras, tenda serbaguna, selimut, perlengkapan keluarga, peralatan makan, dan beras dengan total nilai sekitar Rp250 juta.
Dalam penyalurannya, lanjut dia, dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan kementerian dan lembaga teknis di tingkat pusat bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.
Berdasarkan data yang diterima Kemensos, jumlah warga terdampak mencapai 823 jiwa dan seluruhnya telah mengungsi ke tiga titik, yaitu Kantor Kecamatan Pandanarum, GOR Desa Pringamba, dan GOR Desa Baji.
Dari data lapangan masih bersifat dinamis, tetapi setidaknya sampai hari ini tercatat dua korban meninggal dunia dan sepuluh warga mengalami luka.
Kemensos mengkonfirmasi kerusakan material juga cukup besar dengan 30 rumah tertimbun longsor dan 195 rumah berstatus terancam karena kondisi tanah belum stabil di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Banjarnegara.
Selain itu terdapat 27 warga yang masih dalam pencarian tim gabungan yang bekerja di area terdampak.
"Jadi yang wafat sekali lagi ada tunjangan untuk ahli warisnya, yang luka-luka juga akan kita bantu," kata Mensos Saifullah Yusuf.