LUAMAJANG - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi dengan erupsi disertai lontaran abu setinggi 700 meter pada Selasa 11 November pagi.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga jarak aman dari lereng gunung.
Menurut laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pukul 04.35 WIB, dengan kolom abu berwarna putih hingga kelabu berintensitas tebal mengarah ke utara dan barat laut. Aktivitas ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 143 detik.
PVMBG juga mencatat 141 kali gempa letusan dan 15 kali gempa guguran selama 24 jam terakhir, menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Meski begitu, belum ada laporan dampak signifikan terhadap permukiman warga.
“Masyarakat harus tetap waspada, terutama yang beraktivitas di sekitar anak sungai Gunung Semeru,” ujar Kepala Satgas Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Lumajang Agus Triyono, Selasa pagi.
Status Gunung Semeru masih berada pada Level II (Waspada). Pemkab Lumajang menegaskan agar masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, tidak mendekati aliran sungai yang berhulu di puncak gunung, terutama di Besuk Kobokan, yang rawan aliran lahar dan awan panas hingga sejauh 13 kilometer.
BACA JUGA:
“Tetap patuhi imbauan petugas dan selalu siaga karena potensi hujan abu maupun banjir lahar dingin bisa terjadi sewaktu-waktu,” tambah Agus.
Kabupaten Lumajang masih berada dalam status tanggap darurat bencana hingga 14 November mendatang. Warga di sekitar lereng diminta memantau informasi resmi dari PVMBG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menghindari risiko saat aktivitas vulkanik meningkat.