Bagikan:

JAKARTA - Uni Afrika menyerukan tindakan mmasyarakat internasional dalam keterlibatan menciptakan kondusifitas di Mali menyusul para pemberontak mulai melakukan blokade bahan bakar minyak (BBM) dan menculik warga asing.

Ketua Komisi Uni Afrika, Mahmoud Ali Youssouf menyatakan keprihatinan yang mendalam atas situasi keamanan yang memburuk dengan cepat di Mali.

"Di mana kelompok-kelompok teroris telah memberlakukan blokade, mengganggu akses ke pasokan penting, dan memperburuk kondisi kemanusiaan bagi penduduk sipil," kata Youssouf dalam pernyataan, dikutip AFP, Senin WIB.

Ia mendorong intilijen dunia terlibat dengan saling berbagi informasi demi mendamaikan situasi di Mali.

"Kerja sama yang ditingkatkan, pembagian intelijen, dan dukungan berkelanjutan" bagi negara-negara di Sahel yang terdampak ekstremisme kekerasan," sambungnya.

Ia juga menyerukan pembebasan segera tiga warga negara Mesir yang kabarnya baru-baru ini diculik pemberontak Mali.

Sebuah kelompok militan yang berafiliasi dengan Al Qaeda aktif di wilayah Sahel, Afrika Barat, telah memblokir impor bahan bakar sejak September, menyerang konvoi tanker, dan menciptakan kekurangan bahan bakar yang memaksa penutupan sekolah dan bisnis di Mali.

Youssouf mengatakan para pemberontak mulai menimbulkan kekhawatiran lantaran terindikasi kuat memaksakan kekuasaannya di Mali.

Sementara itu, negara-negara Barat termasuk AS, Prancis, Inggris, dan Italia mendesak warga negara mereka untuk keluar dari Mali.