Bagikan:

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Amerika Serikat (AS) Sean Duffy memerintahkan pemangkasan 10 persen jadwal penerbangan di 40 bandara utama di negeri Paman Sam. Kebijakan ini dilakukan di tengah kekhawatiran akan dampak lanjutan shutdown atau penutupan pemerintah federal AS.

Perintah Duffy ini memicu "kekacauan" dalam industri penerbangan AS dengan ditandai bergegasnya banyak maskapai penerbangan melakukan pemangkasan signifikan jadwal pesawat dalam 36 jam terakhir sebelum instruksi itu menurut AP resmi diberlakukan besok Jumat, 7 November.

Penumpang akhirnya membanjiri hotline layanan pelanggan maskapai dengan penuh kebingungan tentang kepastian akan rencana perjalanan udara mereka dalam beberapa hari mendatang, berdasarkan laporan Reuters.

Badan Penerbangan Federal (FAA) menyatakan keputusan pengurangan lalu lintas udara di 40 bandara "bervolume tinggi" di AS diambil sebagai respons atas shutdown pemerintah yang sedang berlangsung untuk menjaga keselamatan penumpang jika penutupan berlanjut dalam jangka panjang.

Ilustrasi penumpang di kabin pesawat. (Pixabay)

Di tengah shutdown pemerintah AS yang telah tercatat menjadi terlama dalam sejarah, sebanyak 13.000 petugas pengatur lalu lintas udara dan 50.000 agen Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) telah bekerja tanpa bayaran sejak 1 Oktober.

FAA yang menghadapi tunggakan gaji pegawai industri penerbangan AS itu, juga mengalami situasi kekurangan petugas pengatur lalu lintas udara AS. Dengan demikian, FAA memperlambat atau menghentikan lalu lintas pesawat untuk sementara waktu.

Operasional lalu lintas udara di AS mulai memburuk karena puluhan ribu penerbangan ditunda sejak shutdown pemerintah diberlakukan pada 31 Oktober 2025. Maskapai penerbangan mengatakan setidaknya 3,2 juta penumpang telah terdampak lantaran kekurangan petugas pengatur lalu lintas udara.

Kompromi politik demi menghentikan shutdown pemerintah agar Partai Republik dan Demokrat di Senat AS menyepakati anggaran negara menjelang awal tahun fiskal baru terus dilakukan.

Pemerintahan AS yang dipimpin Presiden Donald Trump selaku anggota Partai Republik berusaha menekan Partai Demokrat untuk mengakhiri shutdown dan mengingatkan akan meningkatkan kekhawatiran gangguan penerbangan.

Partai Demokrat membalasnya dengan menuding Partai Republik menjadi pemicu shutdown karena menolak bernegosiasi mengenai subsidi perawatan layanan kesehatan yang diinisiasi partainya.

Ilustrasi pramugari, (Unsplash-Ismael Mohamed)

Pengurangan Penerbangan Bertahap

Menurut laporan, FAA mengatakan pengurangan jadwal penerbangan di bandara akan dimulai dari 4 persen, naik menjadi 5 persen pada Sabtu dan 6 persen pada hari Minggu pekan ini, sebelum mencapai 10 persen pekan depan. Penerbangan internasional dikecualikan dari pemangkasan jadwal penerbangan tersebut.

"Ketika kami melihat tekanan meningkat di 40 pasar ini, kami tidak bisa mengabaikannya," kata Administrator FAA Bryan Bedford dalam konferensi pers.

"Kami dapat mengambil tindakan hari ini untuk mencegah memburuknya kondisi sehingga sistem sangat aman hari ini, dan akan sangat aman di masa mendatang," sambungnya.

Meskipun pemerintah tidak menyebutkan 40 bandara yang terdampak, pemangkasan tersebut diperkirakan akan berdampak pada 30 bandara tersibuk, termasuk yang melayani New York City, Washington, D.C., Chicago, Atlanta, Los Angeles, dan Dallas.

Mengutip analisis penerbangan Cirium, Reuters melaporkan bahwa pemangkasan penerbangan tersebut akan mengurangi 1.800 penerbangan dan lebih dari 268.000 kursi maskapai.

Pejabat pemerintah yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan kebijakan Pemerintah Donald Trump dan FAA masih ditunggu untuk memastikan dampak pasti dari pemangkasan jadwal penerbangan tersebut.

Menurut laporan, shutdown pemerintah selama lebih dari sebulan telah menyebabkan banyak warga AS berpenghasilan rendah tanpa bantuan pangan, menutup banyak layanan pemerintah, dan menyebabkan sekitar 750.000 pegawai federal dirumahkan.