Bagikan:

JAKARTA - Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya tengah melakukan pelacakan untuk menelusuri jejak data yang diduga diretas, dan diklaim oleh pihak yang mengaku Bjorka.

Wakil Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus, mengatakan langkah itu dilakukan untuk memastikan bagaimana data tersebut bisa sampai ke tangan pihak yang mengaku sebagai Bjorka.

“Untuk menanyakan bagaimana data ini bisa sampai ke Bjorka, kita kan mengecek perjalanan data,” ujar Fian saat dikonfirmasi, Senin 3 November 2025

Fian mengatakan, puluhan entitas yang datanya diduga bocor akan dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan. Mereka juga akan diminta menyerahkan log sistem elektronik masing-masing guna menelusuri potensi kebocoran.

"Akan kita panggil dan kita periksa, dan kita akan mintakan log-nya," ujarnya.

Data yang diretas, masih kata Fian, berasal dari berbagai sektor, diantaranya data Kesehatan, Perbankan, pendidikan, Konstruksi, hingga e-commerce.

"Ada dari data kesehatan, data bank dalam maupun luar negeri ada data sekolah, konstruksi, data E-commerce juga ada. Datanya bervarisasi dan banyak. Kemarin yang kita diskusikan dengan Law enforcement. Datanya lima giga. Anda banyangkan kalau 5 giga sebesar apa datanya," ungkapnya.

Fian mengungkapkan, beberapa barang bukti telah dibawa ke Laboratorium Forensik (labfor) untuk diperiksa lebih lanjut. Sehingga, dari hasil analasis labfor, penyidik akan memperoleh informasi teknis terkait sumber dan jalur kebocoran data.

Selain itu, terdapat sejumlah data milik lembaga luar negeri yang diklaim Bjorka. Pihaknya, lanjut Fian, bakal berkoordinasi dengan aparat penegak hukum guna melakukan verifikasi dan penelusuran lebih lanjut.

"Ada beberapa data milik pemerintah luar negeri. Itu nanti kita akan kerjasama dengan kepolisiannya sehingga mereka bisa cek ke sistem-sistem itu apakah memang terjadi data breach," ucap Fian.

"Kalau terjadi data breach kita akan bekerjasama untuk sharing data, untuk menangkap pelakunya. Apakah dia pelakunya Bjorka yang ini, atau ada yang lain pelakunya," sambungnya

Hingga kini, pihak kepolisian masih belum dapat memastikan apakah Bjorka yang ditangkapnya merupakan pelaku peretasan atau hanya pihak yang memperoleh data dari sumber lain.

"itu nanti kita tunggu log dari sistem elektronik yang dimiliki masing masing korban tadi. Atau data owner," pungkasnya.