JAKARTA - Presiden Belarus Alexander Lukashenko menganggap Lituania terlalu membesar-besarkan insiden masuknya puluhan balon helium berisi rokok selundupan.
Menurut Lukashenko, reaksi "absurd" dan "perjudian gila" dilakukan Lituania sebagai negara kecil Uni Eropa (UE) menyusul masuknya balon-balon dari Belarus itu.
"Bahkan untuk negara kecil, Lithuania, itu insiden kecil," katanya dalam Konferensi Internasional Minsk ke-3 tentang Keamanan Eurasia pada Selasa waktu setempat, dikutip dari kantor berita pemerintah Belarus, BelTA, via TVP World, Rabu.
"Kita tidak berbicara tentang penyelundupan yang luar biasa," sambungnya.
BACA JUGA:
Media Lithuania, LRT melaporkan, Lituania menutup Bandara Vilnius sebanyak empat kali pekan lalu setelah penyelundup menggunakan modus transportasi balon helium berusaha memasukan rokok ilegal dari Belarus ke Lituania .
Lithuania juga menutup sementara perbatasannya dengan Belarus sepanjang 680 kilometer terkait insiden tersebut. Jalur perbatasan itu tetap bisa diakses bagi diplomat.
Hanya pintu perbatasan dari Belarus yang dapat dilintasi warga negara Lituania dan Uni Eropa, serta pemegang izin tinggal Lituania.
Layanan Penjaga Perbatasan Negara Lituania juga mengatakan truk-truk tertentu dikecualikan dalam larangan melintas batas negara kedua negara itu.
Sementara Pejabat Lituania tidak menanggapi ketika ditanya apakah jalur kereta api dari dan ke Belarus akan terpengaruh oleh penutupan perbatasan tersebut.
Perdana Menteri Inga Ruginienė mengatakan bahwa penutupan perbatasan hingga batas waktu yang belum ditentukan ini "mengirimkan sinyal yang jelas kepada Belarus bahwa tidak ada 'serangan hibrida' yang dapat ditoleransi, dan kami akan mengambil tindakan seketat mungkin untuk menghentikan tindakan semacam itu."