JAKARTA - Perdana Menteri Lithuania Inga Ruginiene mengatakan mitranya dari Polandia, Donald Tusk, setuju untuk menunda pembukaan kembali penyeberangan di perbatasan Polandia dengan Belarus.
Dilansir Reuters, kedua pemimpin berbicara pada Rabu dan sepakat untuk mengoordinasikan tindakan mereka terkait penyeberangan perbatasan Belarus.
Lithuania, negara anggota NATO dan Uni Eropa, minggu ini menutup perbatasan daratnya dengan Belarus hingga akhir November sebagai tanggapan atas penyelundupan balon yang melintasi perbatasan dari Belarus.
Presiden Belarus Alexander Lukashenko sebelumnya mengatakan penutupan perbatasan dengan Belarus oleh Lithuania adalah "penipuan gila" dan menuduh Vilnius melancarkan perang hibrida yang mengancam ekonomi China.
Perdana Menteri Lithuania Inga Ruginiene mengatakan pada Senin, negaranya akan mulai menembak jatuh balon penyelundup yang melintasi perbatasan dari Belarus, yang telah berulang kali mengganggu lalu lintas udara negara Baltik tersebut.
BACA JUGA:
Kantor berita negara Belarus, BELTA, mengutip Lukashenko yang mengatakan Lithuania "mengajukan alasan yang absurd, balon-balon ini, bahkan untuk negara kecil seperti Lithuania."
Lithuania dan Belarus sudah lama berselisih, terkait Vilnius yang menyediakan tempat berlindung bagi anggota oposisi Belarus yang diasingkan.
BELTA juga mengutip Lukashenko yang mengatakan penempatan sistem rudal Oreshnik Rusia di Belarus bukanlah langkah agresif dan bertujuan untuk memastikan keamanan.
Rusia dan Belarus tidak tertarik pada eskalasi ketegangan dengan Eropa, kata Lukashenko.