JAKARTA - Pesawat tempur MiG-29 mencegat pesawat pengintai Rusia di atas Laut Baltik untuk hari kedua berturut-turut pada Kamis.
Hal ini disampaikan Menteri Pertahanan Polandia Wladyslaw Kosiniak-Kamysz tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Hampir dua pekan lalu, Polandia memperingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin agar tidak melintasi wilayah udaranya untuk menghadiri pertemuan puncak di Hongaria dengan Presiden AS Donald Trump.
Belakangan Trump membatalkan rencana pertemuan dengan Putin.
Polandia menyatakan negara itu dapat dipaksa untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional jika Putin melakukannya.
Mahkamah Pidana Internasional (ICC), yang berkantor pusat di Den Haag, mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Putin pada tahun 2023, menuduhnya melakukan kejahatan perang dengan mendeportasi ratusan anak secara ilegal dari Ukraina.
Rusia tidak mengakui yurisdiksi ICC dan membantah tuduhan tersebut.
“Saya tidak dapat menjamin bahwa pengadilan Polandia yang independen tidak akan memerintahkan pemerintah untuk mengawal pesawat semacam itu untuk menyerahkan tersangka ke pengadilan di Den Haag," ujar Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski kepada Radio Rodzina dilansir Reuters, Selasa, 21 Oktober.
BACA JUGA:
Surat perintah ICC mewajibkan negara-negara anggota pengadilan untuk menangkap Putin jika ia menginjakkan kaki di wilayah mereka.
"Saya pikir pihak Rusia menyadari hal ini. Oleh karena itu, jika pertemuan puncak ini akan berlangsung, semoga dengan partisipasi korban agresi, pesawat tersebut akan menggunakan rute yang berbeda," kata Sikorski.
Hongaria, yang Perdana Menterinya Viktor Orban menjalin hubungan baik dengan Rusia, telah menyatakan akan memastikan Putin dapat memasuki negaranya untuk menghadiri pertemuan puncak tersebut dan kembali ke negaranya setelahnya.
Namun, untuk menghindari perjalanan melintasi Ukraina, delegasi Rusia perlu terbang melintasi wilayah udara setidaknya satu negara Uni Eropa.
Semua negara Uni Eropa adalah anggota ICC, meskipun Hongaria sedang dalam proses meninggalkan ICC.
Polandia, anggota NATO, merupakan salah satu pendukung setia Kyiv setelah invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.