Bagikan:

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad merespons foto Presiden RI Prabowo Subianto yang terpajang di Ibu Kota Israel, Tel Aviv, bersama sejumlah kepala negara. Foto dalam baliho tersebut kemudian viral di media sosial dan menjadi perbincangan publik. 

Menurut Dasco, pihaknya akan mencari tahu alasan pemajangan foto Prabowo di Baliho, termasuk soal kebenaran informasi tersebut. 

"Ya kita baru melihat itu juga, dan ya pendapat kami bahwa itu mungkin perbuatan yang kemudian dilakukan itu perlu dicek juga," ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 30 September. 

Dasco mengatakan, pihaknya belum dapat menyimpulkan maksud dan tujuan pemasangan foto Prabowo dalam baliho tersebut. 

"Dan kita belum bisa menyimpulkan sebenarnya maksud dan tujuannya apa begitu," sambung Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu.

Sebelumnya, foto-foto baliho yang memajang Presiden RI Prabowo Subianto bersama sejumlah kepala negara viral di media sosial. Baliho itu disebut dipajang di sejumlah titik di ibu kota Israel, Tel Aviv.

Dalam baliho tersebut, Prabowo berdiri berjejer, dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed Al-Nahyan, Raja Yordania Abdullah II. Sementara di hadapannya, ada sejumlah pemimpin negara lain seperti Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MBS), Presiden Mesir Abdul Fattah as-Sisi, Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Nampak di tengah-tengah mereka, foto Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. 

Foto itu juga membuat tulisan dalam bahasa Inggris dengan arti, "Tuan Presiden, Israel Berdiri Disamping Rencanamu, Kunci Kesepakatan" dan logo abrahamshield.org di tengah bagian bawah.

Organisasi ini adalah sebuah kelompok non-partisan yang terdiri dari lebih dari 120 pemimpin senior keamanan, kebijakan, dan ekonomi Israel. Mereka menyebut proposal Trump sebagai langkah yang serius dan bertanggung jawab untuk mengubah keuntungan militer Israel menjadi terobosan diplomatik strategis dan menciptakan realitas baru di Gaza, tanpa Hamas.