JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap ribuan sekolah menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada hari ini. PJJ dilakukan untuk mencegah gangguan kegiatan belajar-mengajar.
Sebagaimana diketahui, dalam sepekan terakhir, digelar aksi unjuk rasa pada beberapa titik yang mengakibatkan sejumlah ruas jalan ditutup hingga berujung bentrokan.
"Dinas Pendidikan telah memutuskan bahwa ada 2.829 sekolah yang pembelajarannya secara daring," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin, 1 September.
Kemudian, sebanyak 2.439 sekolah di Jakarta tetap menjalankan kegiatan belajar-mengajar secara normal (luring) di satuan pendidikan masing-masing, serta 346 sekolah berjalan secara hybrid.
"Kenapa ini dilakukan? Karena bagaimana pun supaya proses pendidikan di Jakarta tidak terganggu," ujar Pramono.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga mengungkap pemerintah memberikan keleluasaan bagi perusahaan-perusahaan swasta untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH) hingga Selasa, 2 September.
Begitu juga dengan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang diperbolehkan WFH hingga esok hari.
"Kalau 1-2 hari ini kemudian semuanya sudah berjalan normal ya apa, yang work from home itu kita cabut. Termasuk ada himbauan kepada swasta. Tapi ini kami serahkan sepenuhnya kepada swasta untuk mengambil kebijakan," tuturnya.
BACA JUGA:
Pramono mengungkapkan, saat ini kondisi di Jakarta sudah normal kembali. Bahkan, pelaksanaan hari bebas kendaran bermotor atau car free day (CFD) di Sudirman-Thamrin juga berlangsung kondusif.