JAKARTA - Data intelijen internal Israel menunjukkan sedikitnya 83 persen warga Palestina yang tewas dalam perang Israel di Jalur Gaza adalah warga sipil, menurut investigasi yang dilakukan oleh publikasi Israel-Palestina +972 Magazine, media berbahasa Ibrani Local Call dan The Guardian.
Angka-angka yang diperoleh dari basis data rahasia tersebut – yang mencatat kematian militan dari Hamas dan Jihad Islam Palestina (PIJ) – sangat bertentangan dengan pernyataan publik pejabat militer dan pemerintah Israel selama perang, yang umumnya mengklaim rasio korban sipil dan militan adalah 1:1 atau 2:1.
Data rahasia tersebut mendukung temuan beberapa studi yang menunjukkan pemboman Israel di Gaza telah menewaskan warga sipil dengan tingkat yang jarang terjadi dalam peperangan modern.
Hingga Mei 2925, 19 bulan setelah perang dimulai, pejabat intelijen Israel mencatat 8.900 pejuang Hamas dan PIJ yang disebutkan namanya telah tewas atau "kemungkinan tewas", menurut investigasi tersebut, dilansir dari The National 22 Agustus.
Saat itu, 53.000 warga Palestina telah tewas akibat serangan Israel, menurut otoritas kesehatan di Gaza, termasuk kombatan dan warga sipil.
Pejuang yang namanya tercantum dalam basis data hanya mencapai 17 persen dari total korban tewas, yang menunjukkan bahwa 83 persen korban tewas adalah warga sipil, menurut investigasi tersebut.
"Proporsi warga sipil di antara mereka yang tewas akan sangat tinggi, terutama karena hal ini telah berlangsung begitu lama," kata Therese Pettersson dari Program Data Konflik Uppsala, yang melacak korban sipil di seluruh dunia.
Terpisah, sumber medis di Gaza mencatat pada Hari Kamis, jumlah korban tewas di Jalur Gaza sejak agresi Israel Oktober 2023 telah bertambah menjadi 62.192 orang, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak dan perempuan, dikutip dari WAFA.
BACA JUGA:
Sumber yang sama menambahkan, jumlah korban luka-luka telah meningkat menjadi 157.114 sejak dimulainya serangan Israel, sementara sejumlah korban masih tertimbun reruntuhan serta tidak dapat dijangkau oleh ambulans dan tim penyelamat.
Sementara, rumah sakit di Jalur Gaza mencatat dua kematian akibat kelaparan dan malnutrisi, sehingga total mereka yang tewas akibat hal ini sudah mencapai 271 orang, dengan 112 di antaranya anak-anak.