JAKARTA - Pemerintah Israel melalui Kementerian Luar Negeri mengumumkan inisiatif yang belum pernah dilakukan sebelumnya, menjamu ratusan delegasi asing sebelum akhir tahun ini untuk membantu menyebarkan narasi Israel di tengah meningkatkan kecaman global terkait perang dan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina.
"Sebagai bagian dari perang persepsi melawan narasi anti-Israel global, hingga akhir Desember sekitar 400 delegasi dengan lebih dari 5.000 peserta diperkirakan akan datang ke Israel untuk membantu menyebarkan narasi Israel di media internasional dan di antara khalayak global," kata kementerian dalam sebuah pernyataan, melansir The Times of Israel 21 Agustus.
Sebagai perbandingan, kementerian mengatakan mereka hanya mendatangkan rata-rata 25 delegasi setiap tahun pada tahun-tahun sebelumnya.
Guna mendukung kegiatan ini, Israel menganggarkan biaya sebesar 135 juta NIS (Rp645.111.655.377), bagian dari anggaran sebesar 545 juta NIS (Rp2.604.339.645.781) untuk upaya diplomasi publik yang diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Gideon Sa'ar akhir tahun lalu.
Meskipun belum ada rencana belanja komprehensif yang diumumkan kepada publik, para pejabat mencatat anggaran tersebut kemudian sedikit dikurangi menjadi 543 juta NIS dan baru dirilis pada bulan April, sehingga menunda peluncuran program hingga saat itu.
Mereka menekankan, sebagian besar upaya akan dialokasikan untuk membawa delegasi ke Israel melalu jalur diplomatik resmi, serta menjangkau penduduk asing secara langsung, terutama melalui liputan media.
Menurut pernyataan tersebut, delegasi akan mencakup pejabat pemerintah asing, legislator, jurnalis, influencer, akademisi, dan tokoh-tokoh dari dunia hukum, agama, budaya, dan olahraga.
Setiap kelompok akan menerima rencana perjalanan "yang dirancang khusus" sesuai dengan latar belakang dan pengaruh mereka. Kegiatan yang direncanakan meliputi tur ke komunitas-komunitas di selatan yang terkena dampak invasi dan pembantaian yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023, pertemuan dengan para penyintas, dan pemutaran rekaman serangan, serta kunjungan ke Yerusalem di utara, dan pertemuan dengan para pejabat senior Israel.
BACA JUGA:
Kementerian mencatat beberapa delegasi yang akan datang, sebagian besar datang dari Amerika Serikat, termasuk kontingen 250 legislator negara bagian AS, delegasi 1.000 pendeta dan pemimpin agama dari empat wilayah AS.
Selain itu, ada pula 160 perwakilan dari seluruh 16 negara bagian federal Jerman akan tiba di Israel. Tidak ketinggalan, jurnalis dari Eropa, Asia, Afrika dan Amerika Latin kini berdatangan "hampir setiap minggu," tambah kementerian.