JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengesampingkan pengiriman pasukan Amerika untuk membantu memastikan upaya kesepakatan damai di Ukraina.
Dalam wawancara dengan Fox News Selasa, 19 Agustus, Trump ditanya mengenai bentuk jaminan keamanan bagi Ukraina di saat tak ada pasukan Amerika di perbatasn Ukraina.
“Ya, Anda telah mendapatkan jaminan saya, dan saya presiden," jawab Trump kepada pewawancara dilansir CNN.
Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi Trump "tegas" tidak mengirimkan pasukan AS untuk melindungi Ukraina. Namun, pejabat itu mengatakan ada cara lain bagi AS untuk memastikan Kyiv terlindungi.
Pejabat tersebut menerangkan pembicaraan mengenai komitmen jaminan keamanan sedang berlangsung.
Rincian spesifik tentang seperti apa bentuknya akan terus menjadi subjek negosiasi antara AS, sekutu Eropa, dan Ukraina.
Trump mengatakan dirinyaa masih yakin negara-negara Eropa adalah "garis pertahanan pertama" dalam menghadapi agresi Rusia di Ukraina, tetapi AS akan terlibat dalam membantu mengamankan kawasan tersebut.
BACA JUGA:
Di gedung Putih pada Selasa dini hari WIB, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Zelenskyy, AS akan membantu menjamin keamanan Ukraina dalam kesepakatan apa pun untuk mengakhiri perang dengan Rusia di sana, meski belum jelas bantuan yang akan diberikan.
Trump menyampaikan janji tersebut dalam pertemuan puncak luar biasa di Gedung Putih, di mana Ia menjamu Presiden Zelenskyy dan sejumlah pemimpin sekutu Eropa, setelah pekan lalu bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska
Mereka yang mendampingi Presiden Zelenskyy yakni Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, PM Inggris Keir Starmer, Presiden Finlandia Alexander Stubb, Presiden Prancis Emmanuel Macron, PM Italia Giorgia Meloni, Kanselir Jerman Friedrich Merz dan Sekjen NATO Mark Rutte.
Sementara Zelenskyy menggambarkan pembicaraan langsungnya dengan Presiden Trump sebagai "sangat baik" dan mengatakan mereka membahas kebutuhan Ukraina akan jaminan keamanan AS.
"Ini sangat penting, bahwa Amerika Serikat memberikan sinyal yang kuat dan siap untuk jaminan keamanan," katanya.