Bagikan:

JAKARTA - Pemimpin militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) diperkirakan akan membahas situasi konflik di Ukraina dan langkah selanjutnya dalam pertemuan Hari Rabu, kata para pejabat Amerika Serikat dan NATO, sementara Washington dan negara-negara Eropa sedang menyusun detail tentang seperti apa jaminan keamanan bagi Kyiv.

Ukraina dan sekutu-sekutunya di Eropa telah didukung oleh janji Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan puncak pada Hari Senin, tentang jaminan keamanan untuk membantu mengakhiri perang, tetapi masih banyak pertanyaan yang belum terjawab.

Ketika para perencana militer mulai menyusun opsi-opsi, Presiden Trump mengesampingkan kemungkinan pengiriman pasukan AS ke Ukraina, tetapi mengatakan Washington dapat memberikan beberapa bentuk dukungan udara.

Jenderal Angkatan Udara AS Alexus Grynkewich, yang juga mengawasi semua operasi NATO di Eropa, akan memberikan pengarahan kepada para kepala pertahanan mengenai hasil pertemuan di Alaska antara Presiden Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin pekan lalu.

Sedangkan ketua komite militer NATO Laksamana Giuseppe Cavo Dragone mengatakan akan ada konferensi video pada hari Rabu.

"Seiring berjalannya upaya diplomatik untuk mengamankan perdamaian di Ukraina, kami menantikan kabar terbaru dari (Grynkewich) tentang situasi keamanan saat ini," ujar Laksamana Dragone di X, melansir Reuters 20 Agustus.

Para pejabat menekankan, pertemuan tersebut berlangsung dalam situasi yang unik dan diperkirakan akan membahas topik-topik seperti jaminan keamanan.

Seorang pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan, Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine diperkirakan akan menghadiri pertemuan tersebut, tetapi rencana tersebut dapat berubah.

Pentagon tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Sebelumnya, Pemerintah Inggris mengatakan apa yang dikenal sebagai Koalisi yang Bersedia, yang bertemu secara virtual pada hari Selasa, telah sepakat bahwa tim perencanaan mereka akan bertemu dengan rekan-rekan AS dalam beberapa hari mendatang untuk memajukan rencana jaminan keamanan bagi Ukraina.

Juga pada Hari Selasa, Presiden Trump mengesampingkan penempatan tentara Amerika di Ukraina dan tidak memberikan rincian spesifik tentang jaminan keamanan yang sebelumnya ia katakan dapat ditawarkan Washington kepada Kyiv dalam penyelesaian pascaperang apa pun.

Namun, dalam wawancara yang sama dengan Fox News, Presiden Trump mengisyaratkan Washington dapat memberikan dukungan udara kepada Ukraina.

"Dalam hal keamanan, (Eropa) bersedia mengerahkan pasukan darat, kami bersedia membantu mereka dalam berbagai hal, terutama, mungkin, jika Anda berbicara tentang bantuan udara, karena tidak ada yang memiliki apa yang kami miliki, sungguh mereka tidak memilikinya," kata Presiden Trump tanpa memberikan detail lebih lanjut.

Gedung Putih mengatakan dukungan udara merupakan opsi yang sedang dipertimbangkan.

"Itu adalah sebuah opsi dan kemungkinan. Saya tentu tidak akan mengesampingkan apa pun terkait opsi militer yang dimiliki presiden. Saya dapat memberi tahu Anda bahwa Ia secara definitif telah mengesampingkan kemungkinan mengerahkan pasukan darat," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt kepada wartawan pada Selasa malam.