Bagikan:

JAKARTA - Ukraina menggunakan drone jarak jauh menyerang dua depot amunisi Rusia di wilayah Luhansk yang diduduki.

Dinas Keamanan Ukraina (SBU) mengatakan gudang amunisi tersebut berada di desa Bilokurakyne. Menurut Ukraina lokasi gudang terletak di jalur kereta api penting yang digunakan untuk memasok amunisi dari Rusia ke garis depan, khususnya ke arah Pokrovsk.

Pokrovsk adalah kota penting di wilayah Donetsk, Ukraina, barat daya Luhansk, yang telah menjadi incaran Kremlin selama lebih dari setahun dan telah menjadi titik panas pertempuran selama berbulan-bulan.

"Menurut data awal, drone-drone tersebut menyerang gudang-gudang tersebut setidaknya tujuh kali," kata SBU dalam pernyataan dilansir CNN, Selasa, 19 Agustus.

"SBU terus menyerang bagian belakang musuh untuk mengurangi kemampuan ofensif tentara Rusia di garis depan. Penghancuran amunisi musuh secara langsung membantu tentara kami, yang dengan berani menahan serangan Rusia,” sambungnya.

Dilaporkan sebelumnya, Rusia meluncurkan serangan dengan 270 pesawat nirawak (drone) dan 10 rudal semalam dalam salah satu serangan terbesarnya bulan ini. Serangan ini terjadi di tengah permintaan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy agar Amerika Serikat menjamin keamanan negaranya.

Dilansir Reuters, Selasa, 19 Agustus, Angkatan Udara Ukraina mengklaim menjatuhkan 230 drone dan enam rudal. Militer mencatat serangan Rusia di 16 lokasi dengan empat rudal dan 40 drone.

Di gedung Putih pada Selasa dini hari WIB, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Zelenskyy, AS akan membantu menjamin keamanan Ukraina dalam kesepakatan apa pun untuk mengakhiri perang dengan Rusia di sana, meski belum jelas bantuan yang akan diberikan.

Trump menyampaikan janji tersebut dalam pertemuan puncak luar biasa di Gedung Putih, di mana Ia menjamu Presiden Zelenskyy dan sejumlah pemimpin sekutu Eropa, setelah pekan lalu bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska

Mereka yang mendampingi Presiden Zelenskyy yakni Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, PM Inggris Keir Starmer, Presiden Finlandia Alexander Stubb, Presiden Prancis Emmanuel Macron, PM Italia Giorgia Meloni, Kanselir Jerman Friedrich Merz dan Sekjen NATO Mark Rutte.