JAKARTA - Pasukan Ukraina menghancurkan kendaraan artileri howitzer Korea Utara di front timur dalam perang yang telah berlangsung hampir tiga tahun dengan Rusia.
Kelompok pasukan Khortytsia mengatakan ini adalah pertama kalinya sejak dimulainya konflik, howitzer Koksan М-1978 Korea Utara dihantam oleh pesawat tak berawak Ukraina.
“Di wilayah Luhansk, pesawat tempur dari resimen terpisah ke-412 drone Nemesis menyerang kendaraan artileri swagerak Korea Utara M-1978 yang sangat langka dengan kaliber senjata 170mm,” kata pernyataan yang diposting di Telegram dilansir Reuters, Rabu, 19 Februari.
Postingan tersebut disertai dengan video yang menunjukkan sasaran militer sedang diledakkan, dan menyebutkan Koksan pertama kali terlihat dalam perang pada Oktober 2024.
Bantuan militer Korea Utara ke Rusia mencakup sekitar 200 artileri jarak jauh dan sejumlah besar amunisi, kata kementerian pertahanan Korea Selatan kepada komite parlemen pekan lalu.
Wilayah Luhansk yang sebagian besar diduduki oleh pasukan Rusia, adalah satu dari empat wilayah yang secara resmi dianeksasi Rusia pada tahun 2022.
Pakar militer Ukraina dan Barat mengatakan hingga 12.000 tentara Korea Utara dikerahkan di wilayah Kursk di Rusia selatan bersama pasukan Rusia dan juga melaporkan peralatan militer dari Pyongyang digunakan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan pekan lalu Rusia dapat mengirim hingga 3.000 tentara Korea Utara lagi ke wilayah Kursk, tempat pasukan Ukraina menguasai sebagian wilayah tersebut lebih dari enam bulan setelah melancarkan serangan lintas batas.
Agen keamanan Korea Utara memantau dan mengendalikan pasukan negara mereka di Kursk, dan memberi tahu mereka bahwa militer Korea Selatan menerbangkan drone untuk menyerang mereka, menurut wawancara dengan dua tawanan perang Korea Utara yang ditangkap di Ukraina yang dilaporkan oleh surat kabar Korea Selatan Chosun Ilboon pada hari Rabu.
BACA JUGA:
Kementerian luar negeri Korea Selatan mengatakan pada Rabu, Seoul akan memberikan perlindungan dan dukungan yang diperlukan sesuai dengan prinsip dasar menerima semua tawanan perang Korea Utara yang ditangkap oleh Ukraina jika mereka meminta untuk pergi ke Korea Selatan.
Korea Selatan telah menyampaikan posisi ini ke Ukraina, kata kementerian luar negeri.