JAKARTA - Presiden AS Donald Trump memutuskan mengurangi batas waktu 50 hari yang ia berikan kepada Rusia terkait perang di Ukraina.
“Saya kecewa dengan Presiden Putin," kata Trump, berbicara bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menjelang pertemuan mereka di Skotlandia dilansir Reuters, Senin, 28 Juli
"Saya akan mengurangi 50 hari yang saya berikan kepadanya menjadi lebih singkat karena saya rasa saya sudah tahu jawabannya tentang apa yang akan terjadi,” sambungnya.
Trump menetapkan tenggat waktu 50 hari awal bulan ini. Presiden Trump sebelumnya berulang kali menyuarakan kekesalannya terhadap Putin karena terus menyerang Ukraina meskipun AS telah berupaya mengakhiri perang.
Trump sebelum kembali ke Gedung Putih menegaskan dirinya sebagai pembawa damai. Dia pernah berjanji untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama tiga setengah tahun dalam waktu 24 jam.
Trump mengancam sanksi baru terhadap Rusia dan negara-negara pembeli ekspornya kecuali jika kesepakatan tercapai pada awal September.
BACA JUGA:
Namun Trump yang juga meluapkan kekesalannya terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, tidak selalu menindaklanjuti pernyataan kerasnya tentang Putin dengan tindakan, dengan alasan apa yang ia anggap sebagai hubungan baik yang telah dijalin.
"Kita pikir kita sudah menyelesaikannya berkali-kali, lalu Presiden Putin keluar dan mulai meluncurkan roket ke kota seperti Kyiv dan menewaskan banyak orang di panti jompo atau semacamnya," kata Trump.
"Dan saya katakan itu bukan cara yang tepat,” tegas Trump.