JAKARTA - Kremlin mengatakan pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump, termasuk ancaman sanksi terhadap pembeli ekspor Rusia, serius dan perlu dianalisis.
Dalam perubahan kebijakan besar yang menggarisbawahi rasa frustrasinya yang semakin besar terhadap Presiden Vladimir Putin, Trump pada Senin mengumumkan pengiriman senjata baru ke Ukraina dan memperingatkan pembeli ekspor Rusia dapat menghadapi sanksi kecuali Rusia menyetujui kesepakatan damai terkait Ukraina.
Trump, yang mengatakan ingin dikenang sebagai pembawa damai, kemudian mengatakan kepada BBC, merujuk pada Putin: "Saya kecewa padanya, tetapi saya belum selesai dengannya. Tetapi saya kecewa padanya."
Ditanya tentang pernyataan Trump baru-baru ini, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan: "Pernyataan presiden AS sangat serius. Beberapa di antaranya ditujukan secara pribadi kepada Presiden Putin."
"Kami tentu membutuhkan waktu untuk menganalisis apa yang dikatakan di Washington dan jika dan ketika Presiden Putin menganggapnya perlu, beliau pasti akan berkomentar,” sambungnya dilansir Reuters, Selasa, 15 Juli.
BACA JUGA:
Peskov melanjutkan, tampaknya merujuk pada berita pengiriman senjata baru ke Kyiv: "Keputusan yang dibuat di Washington, di negara-negara NATO, dan khususnya di Brussel, dianggap oleh pihak Ukraina bukan sebagai sinyal perdamaian, tetapi sebagai sinyal untuk melanjutkan perang."
Ia menegaskan kembali Rusia siap melanjutkan negosiasi langsung dengan Ukraina dan masih menunggu sinyal dari Kyiv mengenai kapan pembicaraan berikutnya dapat dilakukan.