Bagikan:

JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengatakan ia "belum selesai" dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pernyataan ini disampaikan Trump dalam wawancara BBC yang dipublikasikan pada Selasa, 15 Juli, beberapa jam setelah ia menyatakan kekecewaannya terhadap Putin dan mengancam Moskow dengan sanksi.

Trump mengatakan kepada BBC, ia berpikir kesepakatan Ukraina dengan Rusia akan tercapai empat kali.

Ketika ditanya BBC apakah hubungannya dengan Putin sudah selesai, Trump berkata: "Saya kecewa padanya, tapi saya belum selesai dengannya. Tapi saya kecewa padanya.”

Ketika ditanya bagaimana Trump akan membuat Putin "menghentikan pertumpahan darah", presiden AS tersebut berkata: "Kami sedang mengusahakannya".

"Kita akan berdiskusi dengan hebat. Saya akan bilang: 'Bagus, saya rasa kita hampir menyelesaikannya,' lalu dia akan merobohkan sebuah gedung di Kyiv," kata Trump kepada BBC.

Trump mengumumkan senjata baru untuk Ukraina pada hari Senin dan mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada pembeli ekspor Rusia, dengan masa tenggang 50 hari, kecuali Rusia menyetujui kesepakatan damai, sebuah perubahan kebijakan besar yang disebabkan oleh rasa frustrasi atas serangan Moskow yang terus-menerus terhadap negara tetangganya.

Dia mengatakan kepada wartawan pada Senin, miliaran dolar senjata AS, termasuk rudal pertahanan udara Patriot, akan dikirim ke Ukraina melalui NATO dan NATO akan membiayainya.

Sejak kembali ke Gedung Putih dengan janji akan segera mengakhiri perang, Trump telah berupaya memulihkan hubungan dengan Moskow, dan telah beberapa kali berbicara dengan Putin. Pemerintahannya telah menarik diri dari kebijakan pro-Ukraina seperti mendukung keanggotaan Kyiv di NATO dan menuntut Rusia untuk menarik diri dari seluruh wilayah Ukraina.

Namun, Putin belum menerima usulan Trump untuk gencatan senjata tanpa syarat, yang dengan cepat disetujui oleh Kyiv. Beberapa hari terakhir ini, Rusia telah menggunakan ratusan drone untuk menyerang kota-kota Ukraina.

Dalam wawancara dengan BBC, Trump menyatakan kembali dukungannya terhadap aliansi NATO.

"Saya pikir NATO sekarang menjadi kebalikan dari itu (ketinggalan zaman) karena aliansi itu 'membayar tagihan mereka sendiri'," ujarnya kepada BBC dilansir Reuters.