JAKARTA - Rusia harus fokus pada pencapaian tujuannya, termasuk yang terkait dengan perang di Ukraina alih-alih memperhatikan retorika Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang tidak stabil, kata Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev.
"Amerika sekali lagi menyeimbangkan pilihan politik favoritnya," tulisnya di Telegram, merujuk pada pernyataan Presiden Trump tentang Ukraina dan percakapannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, melansir TASS 8 Juli.
"Bagaimana kita akan menghadapinya?" lanjut Medvedev.
"Cara yang telah kita lakukan. Cara yang dilakukan tentara kita. Cara yang dilakukan panglima tertinggi kita. Itu berarti tidak menghadapinya dengan cara apa pun," Medvedev menjelaskan.
"Kita perlu terus mencapai tujuan operasi militer khusus," tandasnya, seraya menambahkan: "Rebut kembali tanah kita dan bekerja untuk kemenangan."
Saat mengomentari upayanya untuk menyelesaikan konflik Ukraina, Presiden Trump telah membuat pernyataan yang saling bertentangan selama beberapa bulan terakhir, terkadang di hari yang sama.
Di satu waktu Ia memuji percakapannya dengan Presiden Putin, di waktu berikutnya Ia mengatakan kecewa. Pemimpin AS menggunakan pendekatan yang sama dalam hal menilai dukungan Washington terhadap Ukraina.
Pekan lalu, Presiden Trump mengatakan panggilan telepon yang dilakukannya dengan Presiden Putin tidak menghasilkan kemajuan sama sekali dalam upaya mengakhiri perang di Ukraina. Sebelumnya, Presiden Trump yakin Presiden Putin berusaha menyelesaikan konflik di Ukraina.
BACA JUGA:
"Saya sama sekali tidak membuat kemajuan dengannya," kata Presiden Trump kepada wartawan dalam komentar singkat di pangkalan udara di luar Washington, melansir Reuters.
Pada gilirannya, Kremlin mengatakan mencermati semua pernyataan Presiden Trump usai panggilan telepon dengan Presiden Putin.
Peskov mengatakan Presiden Putin telah memberi tahu Presiden Trump, Rusia lebih suka mencapai tujuannya di Ukraina melalui cara politik dan diplomatik, tetapi sementara itu akan melanjutkan apa yang disebutnya "operasi militer khusus".