Bagikan:

JAKARTA - Amerika Serikat akan membantu mengamankan perdamaian setelah perang Rusia di Ukraina berakhir, kata Presiden Donald Trump dalam wawancara yang ditayangkan Hari Kamis.

"Setelah perang berakhir, kami akan membantu mengamankan perdamaian. Dan saya pikir pada akhirnya itu akan terjadi," kata Presiden Trump kepada program "The Story with Martha MacCallum" di Fox News, dikutip dari Reuters 19 September.

Presiden Trump juga mengakui, membantu mengakhiri perang di Ukraina ternyata lebih menantang daripada yang Ia perkirakan dan Ia "sangat kecewa" dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Yang saya pikir akan paling mudah (diselesaikan) adalah Rusia-Ukraina, karena hubungan saya dengan Presiden Putin. Jadi saya kecewa," kata Presiden Trump.

Presiden Trump telah berulang kali menetapkan tenggat waktu bagi Moskow untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Ukraina atau menghadapi sanksi baru, tetapi tenggat waktu tersebut diabaikan.

Ia menyambut hangat Presiden Putin dalam apa yang disebut oleh Gedung Putih sebagai pertemuan puncak perdamaian di Alaska pada pertengahan Agustus, tetapi gagal mendapatkan konsesi besar.

Presiden Trump mengatakan kepada Fox News, Ia masih yakin akan ada solusi untuk konflik ini, dan salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan menghentikan pembelian minyak Rusia oleh Eropa.

"Pada akhirnya, jika harga minyak turun, atau jika Rusia tidak menjual minyak, mereka tidak punya pilihan selain berdamai, dan negara-negara Uni Eropa atau negara-negara NATO ketika mereka membeli minyak dari Rusia, itu bukanlah hal yang terbaik," kata Presiden Trump.