JAKARTA - Kepolisian Israel mengatakan pada Hari Rabu, seorang aktivis anti-pemerintah berusia 70 tahun tengah diselidiki atas dugaan perencanaan pembunuhan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Tersangka dituduh telah menyatakan niatnya untuk membunuh PM Netanyahu dan meminta bantuan dari aktivis lain untuk mendapatkan senjata dan mengumpulkan informasi tentang pengaturan keamanan perdana menteri, kata polisi, melansir Reuters 24 Juli.
Unit Nasional untuk Investigasi Kejahatan Serius dan Internasional dan badan keamanan internal Shin Bet telah menyerahkan bukti mereka ke kantor Kejaksaan Agung sambil menunggu kemungkinan tuntutan resmi.
Surat kabar Israel, Haaretz, mengutip sumber yang mengetahui kasus ini mengatakan perempuan itu baru-baru ini jatuh sakit dan memberi tahu orang-orang ia berencana untuk "membawa Netanyahu bersamanya".
Haaretz mengatakan perempuan itu, yang berasal dari Tel Aviv dan tidak diidentifikasi, dicurigai ingin menargetkan PM Netanyahu dengan alat peledak atau granat berpeluncur roket.
Beberapa orang yang mendengar pernyataannya menghubungi polisi, yang mendorong dimulainya penyelidikan. Ia ditangkap sekitar enam minggu yang lalu dan telah dibebaskan dengan status tahanan rumah.
BACA JUGA:
Sebelumnya, dua perdana menteri Israel mengalami nasib berbeda akibat serangan yang diarahkan ke mereka.
Pada tahun 1995, Perdana Menteri Israel saat itu, Yitzhak Rabin, dibunuh oleh seorang ekstremis sayap kanan yang menentang upaya perdamaiannya dengan Palestina.
Sedangka pada tahun 1957, perdana menteri pertama Israel, David Ben-Gurion, nyaris terkena serangan granat oleh seorang pria dengan gangguan jiwa.