JAKARTA - Presiden Volodymyr Zelensky memastikan pemerintahannya akan terus berupaya membawa pulang tentara Ukraina yang menjadi tawanan dalam perang dengan Rusia.
Itu dikatakannya menyusul putaran perundingan ketiga dengan Rusia yang digelar di Istana Ciragan, Istanbul Turki pada Hari Rabu menyepakati pertukaran lebih dari 1.000 tawanan perang di masing-masing pihak.
Presiden Zelensky dalam unggahannya di Telegram mengatakan, mereka yang kembali dalam kondisi sakit atau luka parah.
"Para prajurit yang kembali hari ini membela Ukraina di berbagai sektor garis depan," tulisnya, melansir Reuters 24 Juli.
"Sejumlah besar telah menghabiskan lebih dari tiga tahun sebagai tawanan. Semuanya menerima dukungan penting dan bantuan medis," tandas Presiden Zelensky.
Сьогодні відбувся вже дев’ятий етап обміну, про який домовлено в Стамбулі. Додому повертаються важкохворі й тяжкопоранені захисники. Можемо вже говорити про деталі – за всі етапи останніх стамбульських домовленостей вдалося повернути більш ніж 1000 наших людей. Для тисячі родин… pic.twitter.com/kFj6LyLYJj
— Volodymyr Zelenskyy / Володимир Зеленський (@ZelenskyyUa) July 23, 2025
Sementara dalam unggahannya di Twitter, Presiden Zelensky berterima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi dalam pertukaran tawanan perang tahap ke-9.
"Bagi seribu keluarga, ini berarti kebahagiaan dapat kembali merangkul orang-orang terkasih mereka," tulisnya.
Presiden Zelensky menambahkan pentingnya untuk terus melakukan pertukaran tawanan perang.
"Memulangkan seluruh warga kami adalah prioritas negara. Dan kami akan terus melakukan segala yang mungkin untuk memastikan, setiap warga kami kembali dari penawanan," tandasnya.
BACA JUGA:
Diberitakan sebelumnya, perundingan Rusia-Ukraina kemarin membahas pertukaran tawanan lebih lanjut di kedua sisi, kendati belum ada tanda menuju gencatan senjata atau pertemuan pemimpin kedua negara.
Kepala delegasi Rusia Vladimir Medinsky mengatakan para negosiator sepakat untuk menukar setidaknya 1.200 tawanan perang lagi dari masing-masing pihak, dan Rusia telah menawarkan untuk menyerahkan 3.000 jenazah Ukraina lainnya.