JAKARTA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Hari Minggu berjanji untuk terus melanjutkan pertukaran tahanan dengan Rusia, mengatakan kegagalan Moskow untuk menegakkan perjanjian kemanusiaan menimbulkan keraguan atas upaya Amerika Serikat dan negara lain untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun.
Presiden Zelensky juga memperingatkan warga Ukraina untuk waspada terhadap peringatan serangan udara setelah serangan udara besar-besaran Rusia.
Berbicara dalam pidato video malam hari, Presiden Zelensky mengatakan Ukraina belum menerima daftar lengkap tahanan yang akan dibebaskan berdasarkan perjanjian yang dicapai dalam pembicaraan di Turki.
"Oleh karena itu, pihak Rusia, seperti biasa, bahkan dalam masalah ini, mencoba memainkan semacam permainan politik dan informasi yang kotor," kata Presiden Zelensky, melansir Reuters 9 Juni.
"Yang penting adalah mendapatkan hasil, memastikan orang-orang dipulangkan. Kami yakin bahwa pertukaran akan terus berlanjut dan akan melakukan segalanya untuk ini," lanjutnya.
"Jika Rusia tidak menaati perjanjian bahkan dalam masalah kemanusiaan, itu menimbulkan keraguan besar pada semua upaya internasional, termasuk yang dilakukan oleh Amerika Serikat dalam hal perundingan dan diplomasi," tandas Presiden Zelensky.
Presiden berbicara sehari setelah pejabat Rusia menuduh Ukraina menunda pertukaran tahanan terbaru tanpa batas waktu. Seorang pejabat Ukraina telah menolak tuduhan Rusia tersebut.
Presiden AS Donald Trump telah menekan Ukraina dan Rusia untuk bergerak menuju resolusi perang. Ukraina mengatakan mendukung seruan AS untuk gencatan senjata selama 30 hari, sementara Rusia mengatakan kondisi tertentu harus dipenuhi terlebih dahulu.
BACA JUGA:
Menutup pidatonya, Presiden Zelensky mendesak warga Ukraina untuk lebih memperhatikan peringatan serangan udara.
"Dalam beberapa hari mendatang kita harus memperhatikan peringatan serangan udara," katanya.
"Jaga diri kalian, jaga Ukraina," pungkas Presiden Zelesnsky.