Bagikan:

JAKARTA - Rusia merespons sanksi terbaru Uni Eropa dengan menekankan kekebalan tertentu terhadap sanksi Barat sekaligus beradaptasi terhadap sanksi itu.

Paket sanksi Uni Eropa bertujuan untuk menurunkan batas harga pembelian minyak mentah Rusia oleh negara-negara G7 menjadi $47,6 per barel, ungkap para diplomat kepada Reuters.

Ketika ditanya tentang langkah-langkah baru Uni Eropa, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menganggapnya sebagai tindakan sepihak dan ilegal.

Peskov mengatakan langkah-langkah tersebut sejalan dengan apa yang disebutnya "sikap anti-Rusia yang konsisten" di Eropa.

"Namun pada saat yang sama, tentu saja, kami telah memperoleh kekebalan tertentu dari sanksi, kami telah beradaptasi dengan kehidupan di bawah sanksi," ujar Peskov kepada para wartawan dilansir Reuters, Jumat, 18 Juli.

"Tentu saja, kami harus menganalisis paket sanksi baru ini untuk meminimalkan konsekuensinya. Namun, di samping itu, setiap paket sanksi baru membawa dampak negatif bagi negara-negara yang mendukungnya. Ini adalah senjata bermata dua," sambung Peskov.

Pemerintah Rusia dan sumber-sumber perdagangan mengecilkan dampak pembatasan baru ini, meragukan pembatasan tersebut akan mengganggu perdagangan minyak Rusia secara signifikan.