JAKARTA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan negosiasi perdamaian dengan Rusia membutuhkan "momentum yang lebih besar”.
Zelenskyy meminta sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional yang baru, Rustem Umerov, untuk mengintensifkan jalur negosiasi.
Dua putaran perundingan antara Ukraina dan Rusia di Turki awal tahun ini hanya menghasilkan kesepakatan untuk pertukaran tahanan dan jenazah tentara. Belum ada tanggal yang ditetapkan untuk putaran perundingan baru.
"Implementasi kesepakatan dari pertemuan Istanbul kedua sedang berlangsung," tulis Zelenskyy di X dilansir Reuters.
"Proses ini membutuhkan lebih banyak momentum."
Rusia yang terus melancarkan serangan gencar di sebagian besar front timur, telah berulang kali menyatakan siap untuk putaran perundingan baru, tetapi belum mundur dari apa yang digambarkan Kyiv dan sekutunya sebagai tujuan perang maksimalisnya.
Presiden AS Donald Trump yang mempertajam nadanya terhadap Rusia dalam beberapa pekan terakhir di tengah memburuknya serangan udara di kota-kota Ukraina, mengancam sanksi yang lebih keras terhadap Rusia awal pekan ini jika kesepakatan damai tidak tercapai dalam 50 hari.
BACA JUGA:
Zelenskyy juga menugaskan Umerov, menteri pertahanan, untuk menyusun perjanjian persenjataan dengan sekutu Kyiv.
Kyiv yang masih bergantung pada mitra Barat untuk lebih dari separuh pasokan medan perangnya, berharap industri pertahanan domestik yang ditingkatkan akan membantu menangkis mesin perang Rusia yang lebih besar dan lebih canggih.
"Kita harus sepenuhnya melaksanakan setiap perjanjian dengan mitra kita mengenai pasokan persenjataan," tulis Zelenskyy.
“Serta perjanjian khusus baru tentang pembentukan manufaktur bersama dan pembangunan fasilitas produksi di wilayah mitra,” sambungnya.