Bagikan:

JAKARTA -  Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan serangan Rusia terhadap Kyiv, termasuk terhadap misi diplomatik Uni Eropa di ibu kota Ukraina, tidak dapat dibiarkan begitu saja tanpa respons.

“Tadi malam kita kembali menyaksikan dengan cara yang mengerikan bagaimana Rusia menyerang dan mengebom Kyiv, warga sipil tewas, anak-anak tewas, dan delegasi Uni Eropa juga diserang, dan itu tidak dapat dibiarkan tanpa konsekuensi," ujar Wadephul dilansir Reuters, Kamis, 28 Agustus.

Saat diminta wartawan merinci respons yang harus diberikan, Wadephul menolak menjelaskan lebih lanjut. Ia mengatakan Jerman ingin menunjukkan pihaknya sedang mempertimbangkan tanggapan lebih lanjut dan tindakan apa pun akan diambil bersama oleh Uni Eropa.

Ia juga menyambut baik upaya Presiden AS Donald Trump untuk mencapai perdamaian dalam perang di Ukraina. Tapi Wadephul menyebut upaya tersebut belum sepenuhnya dihormati oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Oleh karena itu, saya berasumsi bahwa Amerika Serikat akan secara serius mempertimbangkan sanksi lebih lanjut," kata Wadephul.

Kremlin sebelumnya menegaskan masih tertarik untuk melanjutkan perundingan damai terkait Ukraina meskipun Rusia melancarkan serangan besar dan mematikan di Kyiv semalam.

Para pejabat Ukraina mengatakan serangan tersebut telah menewaskan 15 orang, termasuk empat anak-anak, dalam serangan di ibu kota Ukraina yang menurut Presiden Volodymyr Zelenskyy merupakan tanggapan Moskow terhadap upaya diplomatik untuk mengakhiri perang.

Saat ditanya apakah ada kontradiksi antara keinginan Moskow untuk membuat kemajuan dalam perundingan damai dan serangan itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kedua belah pihak terus saling menyerang tetapi Rusia masih tertarik untuk mencapai tujuannya melalui diplomasi.

Pasukan Rusia menurutnya terus menargetkan militer Ukraina dan infrastruktur terkait militer.

Peskov berulang kali menegaskan Rusia tidak sengaja menargetkan warga sipil.

Ia mengatakan Ukraina juga melanjutkan serangannya terhadap infrastruktur Rusia, termasuk infrastruktur sipil.

"Operasi militer khusus terus berlanjut. Anda dapat melihat bahwa serangan terhadap infrastruktur Rusia, seringkali terhadap infrastruktur sipil Rusia, oleh rezim Kyiv juga terus berlanjut,” kata Peskov dilansir Reuters, Kamis, 28 Agustus.