JAKARTA - Kremlin menegaskan masih tertarik untuk melanjutkan perundingan damai terkait Ukraina meskipun Rusia melancarkan serangan besar dan mematikan di Kyiv semalam.
Para pejabat Ukraina mengatakan serangan tersebut telah menewaskan 15 orang, termasuk empat anak-anak, dalam serangan di ibu kota Ukraina yang menurut Presiden Volodymyr Zelenskyy merupakan tanggapan Moskow terhadap upaya diplomatik untuk mengakhiri perang.
Saat ditanya apakah ada kontradiksi antara keinginan Moskow untuk membuat kemajuan dalam perundingan damai dan serangan itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kedua belah pihak terus saling menyerang tetapi Rusia masih tertarik untuk mencapai tujuannya melalui diplomasi.
Pasukan Rusia menurutnya terus menargetkan militer Ukraina dan infrastruktur terkait militer.
Peskov berulang kali menegaskan Rusia tidak sengaja menargetkan warga sipil.
Ia mengatakan Ukraina juga melanjutkan serangannya terhadap infrastruktur Rusia, termasuk infrastruktur sipil.
"Operasi militer khusus terus berlanjut. Anda dapat melihat bahwa serangan terhadap infrastruktur Rusia, seringkali terhadap infrastruktur sipil Rusia, oleh rezim Kyiv juga terus berlanjut,” kata Peskov dilansir Reuters, Kamis, 28 Agustus.
BACA JUGA:
"Angkatan bersenjata Rusia juga menjalankan tugas mereka. Sebagaimana dinyatakan, mereka terus menyerang infrastruktur militer dan infrastruktur terkait militer,” sambungnya.
Serangan berhasil, target dihancurkan, dan operasi militer khusus berlanjut. Di saat yang sama, Rusia tetap tertarik untuk melanjutkan proses negosiasi guna mencapai tujuan kami melalui cara-cara politik dan diplomatik.