Bagikan:

JAKARTA - Slovenia mendeklarasikan dua menteri kabinet Israel sayap kanan, Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich, sebagai ‘orang yang tak diinginkan’ alias persona non grata pada Kamis.

Slovenia menjadi negara Uni Eropa pertama yang melakukannya setelah tahun lalu mengakui negara Palestina.

Pemerintah Slovenia menuding Menteri Keamanan Nasional Israel Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Smotrich—keduanya pemukim Tepi Barat—mengeluarkan "pernyataan genosida" dan menghasut kekerasan terhadap warga Palestina.

Menteri Luar Negeri Slovenia Tanja Fajon mengatakan Slovenia telah memutuskan untuk mengambil langkah tersebut setelah para menteri luar negeri Uni Eropa tidak menyepakati tindakan bersama terhadap Israel atas tuduhan pelanggaran hak asasi manusia pada pertemuan di Brussels pada Selasa.

"Hari ini, pemerintah mengadopsi salah satu langkah nasional pertama, yaitu menyatakan dua menteri Israel tidak diinginkan di Republik Slovenia," kata Fajon dalam konferensi pers dilansir Reuters, Jumat, 18 Juli.

"Langkah semacam ini adalah yang pertama di Uni Eropa. Kami sedang merintis langkah baru," ujarnya.

Langkah-langkah lain sedang dipersiapkan, sambungnya tanpa merinci lebih lanjut. Tidak ada komentar langsung dari Israel terkait hal ini.

Tahun lalu, Slovenia mengakui negara Palestina merdeka.

Pada Juni, Inggris, Norwegia, Australia, Selandia Baru, dan Kanada menjatuhkan sanksi kepada kedua menteri Israel tersebut, menuduh mereka menghasut kekerasan terhadap warga Palestina.

Israel memulai serangannya di Gaza sebagai respons atas serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada tahun 2023 yang menewaskan 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan Israel. 251 orang dari Israel dibawa ke Gaza dan disandera.