JAKARTA - Amerika Serikat menegaskan tidak mendukung serangan Israel ke Damaskus, Suriah. Washington mengaku ‘tidak senang’ setelah ketegangan meningkat dan segera berupaya menghentikannya.
"Mengenai intervensi dan aktivitas Israel, Amerika Serikat tidak mendukung serangan Israel baru-baru ini," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tammy Bruce kepada para wartawan dalam jumpa pers rutin dilansir Reuters, Jumat, 18 Juli.
"Kami sedang menjalin komunikasi diplomatik dengan Israel dan Suriah di tingkat tertinggi, baik untuk mengatasi krisis saat ini maupun mencapai kesepakatan jangka panjang antara kedua negara berdaulat,” sambungnya.
BACA JUGA:
Bruce menolak mengatakan apakah Washington mendukung Israel dalam melakukan operasi militer semacam itu jika dianggap perlu.
"Saya tidak akan membahas percakapan di masa mendatang atau yang sudah-sudah. Yang sedang kita hadapi sekarang adalah episode khusus ini, apa yang dibutuhkan, dan saya pikir kami telah menyampaikan ketidaksenangan kami dengan sangat jelas, terutama kepada Presiden, dan kami telah bekerja sangat cepat untuk menghentikannya," ujarnya.
Amerika Serikat mengutuk kekerasan di Suriah dan mengatakan Washington secara aktif melibatkan semua konstituen di Suriah untuk menavigasi ke arah ketenangan dan melanjutkan diskusi tentang integrasi dan meminta pemerintah Suriah untuk memimpin jalan ke depan.
Pada Rabu, 16 Juli, Israel melancarkan serangan udara di Damaskus, sekaligus menyerang pasukan pemerintah di selatan, menuntut mereka mundur. Serangan ini disebut Israel bertujuan melindungi Druze Suriah—bagian dari minoritas kecil namun berpengaruh yang juga memiliki pengikut di Lebanon dan Israel.