Bagikan:

JAKARTA - Penasihat media untuk Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Gaza Adnan Abu Hasna menyuarakan kekhawatiran atas rencana Israel yang dilaporkan untuk membangun apa yang disebutnya "kota kemanusiaan" di Gaza selatan.

Adnan Abu Hasna memperingatkan, inisiatif tersebut pada dasarnya merupakan cetak biru untuk kamp interniran massal.

Dalam pernyataan pers Abu Hasna mengatakan, Israel telah lama meletakkan dasar bagi rencana tersebut melalui pembangunan titik-titik distribusi bantuan di Gaza selatan.

"Sekarang, mereka secara terbuka menyatakan niat mereka untuk memindahkan penduduk Gaza secara paksa ke kamp-kamp penahanan kolektif di Rafah, sebagai langkah awal pengusiran mereka dari tanah Palestina," ujarnya, melansir WAFA 15 Juli.

Lebih jauh ia memperingatkan, perkembangan ini menandakan komitmen berkelanjutan Israel terhadap pemindahan paksa penduduk Gaza, menyatakan keprihatinan yang mendalam atas tekanan ekstrem yang diberikan kepada warga Palestina.

"Kehancuran total sistem layanan kesehatan, ketiadaan bantuan, dan menipisnya bahan bakar, semuanya dijadikan senjata untuk memaksa penduduk mengungsi secara sukarela," ujar Abu Hasna.

Ia juga menekankan, apa yang disebut zona kemanusiaan tidak mampu menampung 2 juta penduduk Gaza dalam wilayah seluas hanya 60 kilometer persegi yang hancur, menggambarkan wilayah tersebut sebagai tidak layak huni dan hampa kehidupan atau masa depan.

Abu Hasna pun mendesak masyarakat internasional untuk segera turun tangan guna menghentikan apa yang disebut sebagai upaya berbahaya dan disengaja untuk menggusur paksa warga Palestina dengan kedok bantuan kemanusiaan.