JAKARTA - Indonesia menekankan pentingnya kemitraan yang setara, adil, inklusif serta antara ASEAN dan Uni Eropa (UE) untuk memaksimalkan potensi kerja sama kedua kawasan, kata Menteri Luar Negeri RI Sugiono.
Berbicara dalam pertemuan ASEAN-EU Post Ministerial Conference (PMC) di Kuala Lumpur, Malaysia Hari Jumat, Menlu RI mengapresiasi perkembangan negosiasi Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) yang sedang berlangsung antara UE dan beberapa negara anggota ASEAN, termasuk Indonesia.
Menlu RI juga juga menyoroti hubungan ASEAN-UE yang terus berjalan di sektor lain, seperti pembangunan berkelanjutan dan transisi energi.
Kendati demikian, Menlu Sugiono mengingatkan agar kedua belah pihak dapat melangkah lebih jauh, penting menghindari langkah-langkah unilateral yang dapat merugikan salah satu pihak, karena itu tidak mencerminkan hubungan ASEAN-UE sebagai Mitra Strategis.
"Potensi besar ekonomi ASEAN-UE hanya dapat diwujudkan melalui kebijakan yang saling menguntungkan dan tidak diskriminatif," tegas Menlu Sugiono, Jumat 11 Juli.
Lebih jauh Menlu Sugiono mengatakan, dialog ASEAN-UE harus terus dipupuk, termasuk melalui kelanjutan Joint Working Group on Palm, Comprehensive Air Transport Agreement, serta mengenai potensi kerja sama dalam kerangka Indo-Pasifik.
BACA JUGA:
Menlu RI menggarisbawahi, dengan posisi Mitra Strategis sejak 1 Desember 2020, kemitraan kedua belah pihak merupakan jembatan penting Asia dan Eropa.
"Sebagai dua organisasi kawasan yang paling berhasil di dunia, kita harus terus saling memahami satu sama lain dan terus bekerja sama mewujudkan dunia yang damai, adil, dan sejahtera," pungkasnya.