Bagikan:

JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada Hari Kamis, ia berharap dapat mencapai kesepakatan dalam beberapa hari untuk pembebasan lebih banyak sandera Israel yang masih disandera kelompok militan Palestina di Jalur Gaza.

PM Netanyahu mengatakan sekitar 50 sandera masih ditawan oleh Hamas. Dari jumlah tersebut, katanya, hanya 20 yang diyakini masih hidup.

"Saya ingin membebaskan mereka semua. Kita sekarang memiliki kesepakatan yang konon akan membebaskan separuh sandera yang masih hidup dan separuh sandera yang sudah meninggal," kata PM Netanyahu dalam wawancara di acara Newsmax "The Record with Greta Van Susteren" yang ditayangkan pada Hari Kamis, melansir Reuters 11 Juli.

"Jadi, kita akan memiliki 10 sandera yang masih hidup dan sekitar 12 sandera yang sudah meninggal, tetapi saya juga akan membebaskan mereka. Saya harap kita dapat menyelesaikannya dalam beberapa hari," tambahnya.

PM Netanyahu mengatakan, Israel dan Hamas kemungkinan akan melakukan gencatan senjata selama 60 hari, yang dapat digunakan kedua belah pihak untuk mencoba mengakhiri konflik.

"Kita mungkin akan melakukan gencatan senjata selama 60 hari. Keluarkan gelombang pertama dan kemudian gunakan 60 hari itu untuk mencoba menegosiasikan akhir dari ini," ujarnya, dikutip dari The Times of Israel.

Sementara itu, Hamas mengatakan pada Hari Rabu, terdapat beberapa poin penting dalam perundingan gencatan senjata yang sedang berlangsung, termasuk aliran bantuan, penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza, dan "jaminan nyata untuk gencatan senjata permanen."

Diketahui, Hamas menyerang Israel selatan pada 7 Oktober 2023, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 orang, menurut data Israel. Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan bahwa pembalasan Israel telah menewaskan lebih dari 57.000 warga Palestina, dan menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza.

Kedua belah pihak telah melakukan dua gencatan senjata, pertama pada November 2023 dan kedua pada Januari 2025, sejak pertempuran dimulai.