Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Gideon Sa’ar mengungkapkan Israel bersedia merundingkan gencatan senjata permanen dengan kelompok militan Palestina Hamas di Jalur Gaza, jika kesepakatan gencatan senjata sementara tercapai.

“Jika gencatan senjata sementara tercapai, kami bersedia merundingkan gencatan senjata permanen,” kata Menlu Sa’ar dalam konferensi pers bersama bersama mitranya dari Slovakia Menlu Juraj Blanár di Bratislava, melansir The Times of Israel 9 Juli.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sendiri hingga saat ini menolak untuk memasuki perundingan mengenai diakhirinya perang Gaza hingga Hamas dikalahkan.

"Israel serius dalam niatnya untuk mencapai kesepakatan sandera dan gencatan senjata di Gaza. Saya yakin itu bisa dicapai," kata Menlu Sa’ar, merujuk pada fakta Israel "mengirim delegasi untuk bernegosiasi di Doha dan menyetujui usulan Utusan Khusus (Amerika Serikat) (Steve) Witkoff,” yang akan mencakup gencatan senjata selama 60 hari dengan imbalan pembebasan sekitar separuh sandera di Gaza pada tahap pertama.

Negosiasi tidak langsung antara Israel dan Hamas mengenai gencatan senjata sedang berlangsung minggu ini di Doha, bersamaan dengan kunjungan PM Netanyahu ke Washington, di mana Israel dan AS sedang mengintensifkan upaya untuk mencapai kesepakatan.

Menlu Sa’ar menekankan "Hamas masih menahan 50 sandera kami" dan bahwa perang "dapat berakhir besok jika Hamas membebaskan mereka dan meletakkan senjatanya."

"Kami selalu lebih suka mencapai tujuan kami melalui jalur diplomatik. Namun, harus jelas: Hamas tidak hanya bertanggung jawab untuk memulai perang ini, tetapi juga untuk kelanjutannya. Tekanan harus diberikan kepada Hamas," tandasnya.