JAKARTA - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz pada Hari Kamis menegaskan, pihaknya akan kembali menyerang Iran jika merasa terancam oleh Teheran.
"Tangan panjang Israel akan menjangkau Anda di Teheran, Tabriz, Isfahan, dan di mana pun Anda mencoba mengancam atau menyakiti Israel. Tidak ada tempat untuk bersembunyi," kata Menhan Katz menurut pernyataan kantornya, dilansir dari Reuters 11 Juli.
"Jika kami harus kembali, kami akan melakukannya dengan kekuatan yang lebih besar," tandasnya.
Menhan Katz menyampaikan hal tersebut pada wisuda kursus pilot Angkatan Udara Israel, dikutip dari The Times of Israel.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Staf Israel Defense Forces (IDF) Letnan Jenderal Eyal Zamir mengatakan, perang baru-baru ini di Iran adalah "momen di mana kami membuktikan, kepada diri kami sendiri dan kepada dunia, ketika rakyat Israel terancam, kami tahu bagaimana bersatu, bertindak, dan menyerang dengan presisi, kekuatan, dan tanggung jawab."
Sedangkan Kepala Angkatan Udara Mayor Jenderal Tomer Bar mengatakan dalam pidatonya: "Kami telah melewati tantangan sepanjang 1.800 kilometer dan mengubah Iran dari negara ‘lingkaran ketiga’ menjadi negara ‘lingkaran pertama’. Kampanye ini belum berakhir. Kami siap bertindak sesuai kebutuhan."
Diketahui, Israel dan Iran saling melancarkan serangan udara selama 12 hari pada Bulan Juni, menimbulkan kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas.
BACA JUGA:
Kedua belah pihak sepakat untuk gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat, yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada 23 Juni, untuk mengakhiri permusuhan.
Israel menyerang situs nuklir Iran selama kampanye tersebut, dengan alasan kekhawatiran bahwa Teheran hampir mengembangkan senjata nuklir, yang dibantah Iran. Belakangan, AS ikut menyerang fasilitas nuklir Iran di Natanz, Fordow dan Isfahan.