JAKARTA - Menteri Pertahanan Israel pada Kamis memperingatkan Houthi Yaman akan mengalami pukulan berat jika terus menembaki Israel. Pasukan pertahanan Israel diklaim siap untuk misi apa pun.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan AS akan menghentikan pemboman terhadap Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman. Alasannya kelompok tersebut setuju untuk berhenti menyerang kapal-kapal AS.
Kesepakatan gencatan senjata antara Houthi Yaman dan AS tidak termasuk mengampuni Israel, kata Houthi pada Rabu. Houthi menargetkan Israel dengan pesawat tak berawak/drone.
"Israel harus mampu mempertahankan dirinya sendiri terhadap ancaman dan musuh apa pun," kata Menteri Pertahanan Israel Katz dalam pernyataan pada X dilansir Reuters, Kamis, 8 Mei.
"Houthi akan mendapat serangan besar dari Israel jika mereka terus menembaki kami. IDF siap untuk misi apa pun,” sambung Katz.
BACA JUGA:
Dia juga memperingatkan pimpinan Iran, yang dituduhnya mendanai dan mempersenjatai organisasi Houthi, dengan menyatakan sistem proksi telah berakhir dan "poros kejahatan telah runtuh."
Menhan Israel menyatakan Iran memikul tanggung jawab langsung dan memperingatkan tindakan yang serupa dengan yang diambil terhadap Hizbullah di Beirut, Hamas di Gaza, Assad di Damaskus, dan Houthi di Yaman dapat dilakukan di Teheran.