Bagikan:

JAKARTA - Perwira senior berpangkat kolonel yang berdinas di badan intelijen tewas dalam penembakan Hari Kamis, sementara pelakunya berhasil melarikan diri.

Peristiwa penembakan itu terjadi di area parkir perumahan di Kyiv, Ukraina pada siang bolong, sementara pelaku berhasil kabur dengan berjalan kaki, menurut pihak berwenang dan rekaman video yang diverifikasi oleh Reuters.

Kepolisian Kyiv mengatakan sedang berupaya mengidentifikasi pelaku penembakan dan "langkah-langkah sedang diambil untuk menahannya", dilansir dari Reuters 11 Juli.

Rekaman CCTV yang beredar di media sosial Ukraina menunjukkan seorang pria bercelana jins meninggalkan sebuah gedung apartemen dan berjalan menuju tempat parkir. Di sana, ia dihampiri oleh seorang pria lain yang menembakinya berulang kali sebelum melarikan diri.

Reuters berhasil mengonfirmasi lokasi video yang diduga sebagai pembunuhan tersebut di sebuah permukiman di Kyiv, berdasarkan pos penjagaan, bangunan, dan tata letak area parkir, yang sesuai dengan berkas dan citra satelit di area tersebut.

Tanggal perekaman video diverifikasi berdasarkan stempel waktu pada rekaman dan laporan Reuters tentang insiden tersebut.

Seorang pejabat mengatakan, agen senior yang tewas dalam penembakan tersebut adalah seorang kolonel yang berdinas di Dinas Keamanan Ukraina (SBU).

Sementara SBU, badan intelijen dalam negeri dengan ribuan staf, mengatakan telah membuka penyelidikan kriminal atas pembunuhan salah satu agennya di Distrik Holosiivskyi, Kyiv, selatan, kendati tidak memberikan identifikasi lebih jauh.

Baik SBU maupun polisi tidak menyebutkan kemungkinan motif pembunuhan di Kyiv.

"Badan Keamanan dan Kepolisian Nasional sedang mengambil serangkaian langkah komprehensif untuk mengklarifikasi semua keadaan kejahatan dan membawa para pelaku ke pengadilan," kata SBU dalam sebuah pernyataan.

Sedangkan media Ukraina, Ukrainska Pravda mengutip sumber yang mengatakan penyerang menembakkan lima peluru dari pistol. Media tersebut mengidentifikasi korbannya sebagai Ivan Voronych, seorang kolonel SBU.

Diketahui, wewenang SBU meliputi keamanan dan kontraintelijen, tetapi sejak invasi Rusia tahun 2022. Badan tersebut juga memainkan peran penting dalam operasi khusus melawan Moskow, termasuk pembunuhan dan serangan sabotase.

Ini termasuk operasi pesawat nirawak luar biasa dengan nama sandi "Jaring Laba-laba" yang menargetkan pesawat-pesawat strategis Rusia di pangkalan-pangkalan ratusan mil dari Ukraina, dan pembunuhan seorang jenderal tinggi Rusia di Moskow menggunakan bom yang disembunyikan di dalam skuter.

Terpisah, sejumlah blogger militer pro-Kremlin bersorak atas kematian kolonel tersebut. Alexander Kots, seorang koresponden perang Rusia, mengatakan ia berharap dinas keamanan Rusia berada di balik kematian kolonel itu.

"Musuh pasti merasa takut di wilayahnya sendiri," katanya.

Sementara para pejabat Rusia belum memberikan komentar secara terbuka.