Bagikan:

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons permintaan Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah yang berharap pengembangan rute MRT Jakarta bisa masuk ke wilayahnya.

Pramono belum mengungkap apakah akan mengabulkan keinginan tersebut atau tidak. Yang jelas, Pramono masih memprioritaskan perpanjangan rute MRT Jakarta dari Depo Lebak Bulus ke Tangerang Selatan, Banten.

"MRT, untuk sementara kami akan lebih dulu ke Tangerang Selatan," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Juni.

Pramono mengaku telah berkomunikasi dengan Gubernur Banten Andra Soni terkait rencana perpanjangan rute MRT ke Tangsel. Bahkan, jajaran Pemprov DKI dan Pemprov Banten telah menggelar rapat beberapa kali.

"Dengan Gubernur Banten saya sudah berdiskusi. Soal nanti kita bagaimana bagi hasil dan lainnya akan kami detailkan. Saya minta Dirut MRT berdiskusi detail dengan Pemerintah Banten," tutur Pramono.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah meminta Pemprov DKI bisa menambah titik pemberhentian MRT Jakarta dari Depo Lebak Bulus untuk diteruskan ke Depok.

Hal ini diungkapkan Chandra dalam peresmian layanan Transjabodetabek rute Sawangan-Lebak Bulus oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

"Berikutnya kami berharap ke depannya bukan hanya ini, tapi MRT, Pak Wagub, enggak hanya sampai Tangerang Selatan, tapi belokin juga ke Depok," ucap Chandra di Halte Transjakarta Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Selain itu, Chandra juga meminta Pemprov DKI Jakarta menambah rute Transjabodetabek menuju Depok. Ia berharap bus Transjakarta yang kini beroperasi ke Universitas Indonesia (UI) bisa diteruskan ke terminal di Depok.

"Mudah-mudahan Transjakarta juga koridor-koridor yang belum masuk ke Depok hari ini baru sampai di dekat UI, tapi itu masih masuk sebelum Srengseng Sawah, bisa ditarik juga masuk ke terminal Kota Depok dan Terminal Jatijajar," pinta Chandra.

Chandra yakin pengoperasikan Transjabodetabek Sawangan-Lebak Bulus dan penambahan rute lainnya bisa mengurangi tingkat kemacetan di Depok karena terdapat perpindahan penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum.

"Di DKI Jakarta, masyarakat komuter itu 40 persennya Berasal dari Depok. Jelas kami yakin akan membantu mengurai dan mengurangi kemacetan beban di jalan di Kota Depok. bersama ini kami juga mengimbau kepada masyarakat Kota Depok yang selama ini beraktifitas di Jakarta untuk beralih Ke transportasi umum," tutur dia.