Bagikan:

JAKARTA  - Yayasan Kemanusiaan Gaza (Gaza Humanitarian Foundation/GHF)y ang didukung AS tidak akan memberikan bantuan apa pun pada Rabu. GHF mendesak Israel untuk meningkatkan keselamatan warga sipil di luar batas lokasi distribusinya, sehari setelah puluhan warga Palestina yang mencari bantuan tewas.

GHF  meminta militer Israel untuk mengarahkan alur pejalan kaki dengan cara yang meminimalkan risiko kebingungan atau eskalasi di dekat batas militer. Israel juga diminta mengembangkan panduan yang lebih jelas bagi warga sipil dan meningkatkan pelatihan untuk mendukung keselamatan warga sipil.

"Prioritas utama kami tetap memastikan keselamatan dan martabat warga sipil yang menerima bantuan," kata juru bicara GHF dilansir Reuters, Rabu, 4 Juni.

Sementara seorang juru bicara militer Israel memperingatkan warga sipil agar tidak bergerak di area yang mengarah ke lokasi GHF pada Rabu, karena menganggapnya sebagai "zona pertempuran".

Sebelumnya militer Israel mengatakan pihaknya menembaki sekelompok orang yang dianggapnya sebagai ancaman di dekat lokasi distribusi bantuan pangan GHF.

Komite Palang Merah Internasional mengatakan 27 orang tewas dan puluhan lainnya terluka. Sedangkan GHF mengatakan insiden itu "jauh di luar" lokasinya.

Warga Palestina yang mengumpulkan kotak makanan GHF pada Selasa, 3 Juni, menggambarkan kekacauan, tanpa seorang pun mengawasi penyerahan pasokan atau memeriksa identitas, saat kerumunan orang berdesakan untuk mendapatkan bantuan.

 

Dewan Keamanan PBB juga akan memberikan suara pada Rabu terkait tuntutan gencatan senjata antara Israel dan militan Palestina Hamas serta akses kemanusiaan di Gaza, tempat bantuan mengalir deras di tengah kekacauan dan pertumpahan darah setelah Israel mencabut blokade selama 11 minggu di daerah yang dilanda kelaparan.

"Ini tidak dapat diterima. Warga sipil mempertaruhkan – dan dalam beberapa kasus kehilangan – nyawa mereka hanya untuk mendapatkan makanan," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric pada Selasa.

Menurutnya model distribusi bantuan yang didukung oleh AS dan Israel adalah “bencana.”

“Dan itulah yang sedang terjadi,” kata Dujarric.

Model tersebut dijalankan oleh GHF yang baru dibentuk, yang mulai beroperasi seminggu yang lalu.

GHF mengatakan mereka telah mendistribusikan lebih dari tujuh juta makanan dari tiga tempat distribusi yang disebut aman.