JAKARTA - Serangan terhadap konvoi bantuan makanan PBB di Sudan menewaskan lima orang. Peristiwa kini menghambat pengiriman makanan kepada anak-anak dan keluarga yang menghadapi kelaparan di al-Fashir, Darfur Utara.
"Lima anggota konvoi tewas dan beberapa orang lainnya terluka. Beberapa truk dibakar, dan pasokan kemanusiaan penting rusak," kata Badan Anak-anak PBB dan Program Pangan Dunia dalam pernyataan bersama dilansir Reuters, Selasa, 3 Juni.
Mereka tidak mengatakan siapa yang bertanggung jawab dan menyerukan penyelidikan segera atas serangan yang disebut pelanggaran hukum humaniter internasional.
Tanpa pasokan makanan segar segera, ratusan ribu orang di al-Fashir berada dalam risiko tinggi kekurangan gizi dan kelaparan.
Bantuan sering kali menjadi sasaran tembak dalam perang dua tahun antara tentara Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat paramiliter yang menyebabkan lebih dari separuh populasi menghadapi tingkat kelaparan yang parah dan membuat jutaan orang meninggalkan rumah mereka.
Dalam pernyataan, RSF dan tentara saling menyalahkan atas serangan terbaru itu.
RSF mengatakan tentara telah menyerang melalui serangan udara, sementara tentara mengatakan RSF membakar truk itu.
Pernyataan bersama PBB mengatakan rute konvoi 15 truk, yang menempuh jarak lebih dari 1.800 kilometer dari Port Sudan, telah dibagikan kepada kedua belah pihak sebelumnya.
Mereka sedang menegosiasikan akses untuk menyelesaikan perjalanan ketika diserang.
Al Koma dikuasai oleh RSF. Pada awal minggu ini terjadi serangan pesawat nirawak yang menewaskan beberapa warga sipil, menurut aktivis setempat.
BACA JUGA:
Kondisi kelaparan sebelumnya telah dilaporkan di al-Fashir, ibu kota Darfur Utara. Pertempuran dan hambatan pengiriman bantuan yang diberlakukan oleh kedua belah pihak telah memutus pasokan.
Serangan itu adalah yang terbaru dari beberapa serangan terhadap bantuan dalam beberapa hari terakhir.
Serangan itu menyusul penembakan berulang kali terhadap tempat Program Pangan Dunia PBB di al-Fashir oleh RSF dan serangan terhadap rumah sakit El Obeid di Kordofan Utara yang menewaskan beberapa petugas medis akhir bulan lalu.