Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengkritik proyek perisai pertahanan rudal Golden Dome Amerika Serikat sebagai "inisiatif yang sangat berbahaya dan mengancam", kata media pemerintah pada Hari Selasa.

Presiden AS Donald Trump pada tanggal 20 Mei mengatakan, Ia telah memilih desain untuk sistem pertahanan rudal Golden Dome dan menunjuk seorang pemimpin program ambisius senilai 175 miliar dolar AS tersebut.

Rencana Golden Dome "adalah produk khas dari 'Amerika yang utama', puncak dari sikap sok benar, arogansi, praktik yang sewenang-wenang dan sewenang-wenang, dan merupakan skenario perang nuklir antariksa," kata Institut Studi Amerika dari Kementerian Luar Negeri Korea Utara, menurut kantor berita negara KCNA, melansir Reuters 27 Mei.

Tujuan Golden Dome adalah untuk memanfaatkan jaringan ratusan satelit yang mengelilingi dunia dengan sensor dan pencegat canggih, untuk melumpuhkan rudal musuh yang datang setelah lepas landas dari negara-negara seperti China, Iran, Korea Utara atau Rusia.

Minggu lalu, Tiongkok menyatakan pihaknya "sangat prihatin" dengan proyek tersebut dan meminta Washington menghentikan pengembangannya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan, proyek tersebut membawa "implikasi ofensif yang kuat" dan meningkatkan risiko militerisasi luar angkasa dan perlombaan senjata.

"Amerika Serikat, dalam menjalankan kebijakan 'Utamakan AS', terobsesi untuk mencari keamanan mutlak bagi dirinya sendiri. Ini melanggar prinsip bahwa keamanan semua negara tidak boleh dikompromikan dan merusak keseimbangan dan stabilitas strategis global. China sangat khawatir tentang hal ini," kata Mao.

Ia mendesak Washington untuk menghentikan pengembangan sistem tersebut sesegera mungkin, mengambil tindakan untuk meningkatkan kepercayaan di antara negara-negara besar.

Sedangkan Rusia mengindikasikan rencana sistem pertahanan antirudal Golden Dome alias Kubah Emas Presiden Donald Trump dapat mendorong dimulainya kembali kontak antara Moskow dan Washington tentang pengendalian senjata nuklir di masa mendatang.

Ketika ditanya tentang pengumuman Trump soal pilihan desain untuk perisai pertahanan rudal Golden Dome, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan hal itu merupakan kedaulatan Amerika Serikat.

Peskov, ketika ditanya apakah Rusia melihat proyek tersebut sebagai ancaman terhadap kesetaraan nuklir Rusia dengan Amerika Serikat, mengatakan tidak ada perincian tentang proyek AS tersebut.

"Dalam waktu dekat, rangkaian peristiwa tersebut mengharuskan dimulainya kembali kontak mengenai masalah stabilitas strategis," kata Peskov.