JAKARTA - Satpol PP Jakarta Timur memasang garis Pol PP Line berwarna kuning di dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) kawasan Cakung yang tak layak fungsi pasca hilangnya besi pengaman di jembatan tersebut.
"Pemasangan garis Pol PP Line ini biar orang lain tidak lagi mencoba memasuki garis yang sudah kita berikan, kita tandai. Terutama di titik-titik yang sudah menjadi fokus, ini fungsi pengawasan," kata Pengendali Trantibum Satpol PP Jakarta Timur, Urip Widodo saat dikonfirmasi, Minggu, 27 April.
Berdasarkan hasil pengawasan Satpol PP Jakarta Timur, jumlah JPO yang terbengkalai ada 2 unit di kawasan Cakung. Selain itu, Satpol PP juga mendata ada 8 halte Transjakarta yang juga tak berfungsi dan sejumlah besi pun hilang.
"Yang sudah terpantau berdasarkan patroli rutinitas ini terdapat 8 halte busway dan 2 JPO," ujarnya.
Dari hasil pengawasan Satpol PP Jakarta Timur, besi yang hilang pada JPO dan halte Transjakarta di kawasan Cakung ada di bagian pijakan kaki dan tiang pengaman samping kanan dan kiri JPO.
"Pengawasan ini menindaklanjuti daripada laporan masyarakat terhadap halte Transjakarta busway, disini banyak (besi) yang pada hilang," ucapnya.
BACA JUGA:
Sebelumnya diberitakan, teralis besi pengaman dan atap Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di depan United Tractors dan Tipar Cakung, Jalan Raya Bekasi, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur hilang diduga dicuri maling.
Kondisi ini sangat membahayakan para pejalan kaki dan pengguna JPO. Fasilitas yang seharusnya menjadi sarana aman bagi pejalan kaki untuk menyeberang jalan ini, kini nyaris tak berfungsi akibat banyaknya bagian yang rusak dan hilang.
Dari pantauan VOI di lapangan, sebagian besar besi pembatas pada sisi kanan dan kiri tangga bagian tengah JPO telah hilang. Kondisi ini sangat berbahaya bagi penyebrang karena sudah tidak adalagi pembatas.
Menurut Mahdi, pedagang sekitar lokasi JPO Cakung yang rusak, tempat penyeberangan orang ini masih dipergunakan oleh warga dan juga karyawan pabrik.
Mereka tak ada pilihan karena kalau melalui zebra cross takut tertabrak kendaraan besar.
"JPO ini kalau saya lihat masih digunakan warga. Banyak karyawan kalau pulang atau masuk kerja lewat jembatan itu meski kondisinya lumayan seram karena gak ada besi pembatasnya. Sekarang JPO ini sudah dipasang garis dilarang melintas kemarin sih saya lihat belum ada," katanya kepada wartawan, Jumat, 25 April.