JAKARTA - Taliban pada Kamis membebaskan seorang warga negara Amerika Serikat yang ditahan di Afghanistan selama lebih dari dua tahun.
Pembebasan warga AS dilakukan setelah pembicaraan langsung antara utusan sandera AS Adam Boehler dan pejabat Taliban di Kabul.
George Glezmann, yang ditahan pada tahun 2022 saat mengunjungi Kabul sebagai turis, meninggalkan Afghanistan dengan pesawat Qatar pada Kamis, 20 Maret malam menuju Qatar, kata sumber kepada Reuters.
Glezmann dan Boehler diperkirakan akan melanjutkan perjalanan ke Amerika Serikat.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengeluarkan pernyataan yang mengonfirmasi pembebasan Glezmann.
Pertemuan pada Kamis di Kabul menandai pembicaraan langsung tingkat tertinggi antara Amerika Serikat dan Taliban sejak Presiden Donald Trump berkuasa pada bulan Januari.
Boehler bertemu dengan menteri luar negeri pemerintahan Taliban, Amir Khan Muttaqi, menurut pernyataan dari kementerian luar negeri Afghanistan.
"Selama pertemuan ini, diadakan diskusi mengenai hubungan bilateral Afghanistan-AS, pembebasan tahanan, dan penyediaan layanan konsuler bagi warga Afghanistan di Amerika Serikat," kata pernyataan tersebut.
BACA JUGA:
Pertemuan itu juga dihadiri oleh mantan perwakilan khusus AS untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad.
Qatar, negara Teluk Arab yang mewakili kepentingan diplomatik AS di Afghanistan yang diperintah Taliban, berkoordinasi dengan Boehler untuk merundingkan pembebasan Glezmann dengan otoritas Taliban.
"Setelah berminggu-minggu berunding, terobosan dicapai oleh Qatar selama pertemuan baru-baru ini dengan Taliban," kata sumber itu, yang berbicara dengan syarat anonim kepada Reuters.