Bagikan:

JAKARTA  Pasukan Suriah terlibat baku tembak dengan tentara Lebanon dan kelompok bersenjata di Lebanon pada Minggu malam hingga Senin. Peristiwa ini menjadi gelombang bentrokan baru di sepanjang perbatasan kedua negara.

Ketegangan di sepanjang perbatasan pegunungan itu meningkat dalam beberapa bulan sejak pemberontak Islam menggulingkan Bashar al-Assad dari Suriah, sekutu Teheran dan kelompok bersenjata Lebanon yang didukung Iran, Hizbullah, dan mendirikan lembaga serta tentara mereka sendiri.

Dilansir Reuters, Senin, 17 Maret, Kementerian Pertahanan Suriah menuduh Hizbullah menyeberang ke wilayah Suriah dan menculik serta membunuh tiga anggota tentara baru Suriah. Hizbullah membantah terlibat.

Sumber keamanan Lebanon mengatakan kepada Reuters tiga tentara Suriah telah menyeberang ke wilayah Lebanon terlebih dahulu dan dibunuh oleh anggota bersenjata dari sebuah suku di Lebanon timur laut yang khawatir kota mereka diserang.

Sebagai balasan atas kematian mereka, pasukan Suriah menembaki kota-kota perbatasan Lebanon semalam, menurut Kementerian Pertahanan Suriah dan tentara Lebanon. Penduduk kota Al-Qasr, kurang dari satu kilometer dari perbatasan, mengatakan kepada Reuters bahwa mereka melarikan diri lebih jauh ke pedalaman untuk menghindari pemboman.

Militer Lebanon mengatakan mereka telah menyerahkan jenazah tiga warga Suriah yang tewas kepada otoritas Suriah. Lebanon merespons tembakan dari wilayah Suriah dengan mengirim bala bantuan ke daerah perbatasan.

Tentara Suriah mengirim konvoi pasukan dan beberapa tank ke perbatasan pada Senin, menurut seorang reporter Reuters di sepanjang perbatasan.

Pasukan Suriah melepaskan tembakan ke udara saat mereka bergerak melalui kota-kota dalam perjalanan ke perbatasan.

"Bala bantuan militer dalam jumlah besar dikerahkan untuk memperkuat posisi di sepanjang perbatasan Suriah-Lebanon dan mencegah pelanggaran apa pun dalam beberapa hari mendatang," kata Maher Ziwani, kepala divisi tentara Suriah yang dikerahkan ke perbatasan.