JAKARTA - Food vlogger, Codeblu alias William Anderson, diperiksa Polres Metro Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Ternyata, pemeriksaan itu bukan terkait dugaan pemerasan melainkan penyebaran ujaran kebencian.
"Tentang dugaan peristiwa penyebaran ujaran kebencian atau permusuhan antar golongan, sebagaimana diatur di Pasal 28 Undang-Undang tentang ITE," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Jumat, 14 Maret.
Pemeriksaan terhadap Codeblu merujuk adanya laporan polisi dari seseorang berinisial ASS dengan korban PT PHL.
Dalam laporannya, terjadi dugaan penyebaran ujaran kebencian yang dilakukan oleh orang tidak dikenal. Caranya, dengan membuat konten video yang diunggah di media sosial TikTok.
"Konten di sebuah akun tiktok tentang berita atau informasi ada pabrik roti yang memberikan donasi ke panti asuhan berupa roti yang telah kadaluwarsa atau sudah expired," sebutnya.
Pada unggahan tersebut juga disebutkan pabrik yang memproduksi roti tersebut tidak dalam keadaan bersih. Bahkan, disebutkan ada tikus di pabrik tersebut.
"Dalam proses produksi tidak higienis karena terdapat tikus dan beberapa tempat yang kotor serta bahan baku yang telah kedaluwarsa atau expired dengan menampilkan produk milik korban, ya, PT PHL tadi, sehingga korban merasa dirugikan," kata Ade.
BACA JUGA:
Codeblu sebelumnya menegaskan tidak ada pemerasan yang terjadi. Menurutnya, pertemuan tersebut lebih berupa wawancara untuk menggali kronologi kejadian dari awal hingga akhir. Ia mengungkapkan bahwa semua yang terjadi hanyalah proses penawaran kerja sama profesional.
“Tadi gue di-interview, ditanyai kronologisnya dari awal sampai akhir. Ini lebih ke interview, mencari kebenaran,” ujar Codeblu kepada wartawan.
Menanggapi tuduhan pemerasan sebesar Rp350 juta, Codeblu menjelaskan bahwa angka tersebut hanyalah bentuk penawaran yang dia ajukan berdasarkan nilai dirinya sebagai kreator konten. Ia pun menekankan bahwa pihak toko roti tidak pernah secara tegas menolak tawaran tersebut.
“Maksudnya kalau misalkan gue menghargai diri gue sekian, harusnya ya kalau lo enggak suka ya enggak apa-apa, tolak aja. Nah, ini enggak worth it nih, kemahalan,” pungkasnya.