JAKARTA - Tiga orang tewas serangan pesawat nirawak/drone Ukraina di wilayah Moskow. Kremlin menuding Ukraina sengaja menargetkan kawasan hunian dalam serangan terbesarnya.
Hal ini disampaikan Evgeniya Khrustaleva, kepala kota Domodedovo, pada Selasa, 11 Maret lewat Telegram.
Ukraina melancarkan serangan pesawat nirawak terbesarnya di Moskow, menewaskan dua pekerja di gudang daging, melukai 18 orang lainnya dan menyebabkan penutupan sementara di empat bandara ibu kota Rusia.
Kremlin menuduh Ukraina sengaja menargetkan blok apartemen hunian setelah Kyiv melancarkan serangan pesawat nirawak/drone terbesarnya di ibu kota Rusia.
Serangan Ukraina menewaskan dua pekerja di gudang daging, melukai 18 lainnya dan menyebabkan penutupan sementara di empat bandara ibu kota Rusia, kata pejabat Rusia.
Ada juga beberapa kerusakan pada blok apartemen.
"Semua langkah dan tindakan (pertahanan) dilakukan terlebih dahulu, tepat waktu dan ini memungkinkan perlindungan bagi Moskow dan wilayah Moskow, serta banyak wilayah lainnya,” ujar Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov dilansir Reuters, Selasa, 11 Maret.
Peskov mengatakan Sekretaris Jenderal OSCE Feridun Sinirlioglu yang sedang berkunjung diperlihatkan kerusakan yang disebabkan oleh serangan terhadap Moskow.
BACA JUGA:
"Penting baginya untuk diperlihatkan akibat serangan itu. Namun yang lebih penting, apa yang diserang rezim Kyiv - bangunan tempat tinggal," kata Peskov.
Kyiv belum mengomentari serangan terhadap Moskow, tetapi mengatakan pasukan Rusia telah menyerang Ukraina semalam dengan rudal balistik dan 126 pesawat nirawak, membakar fasilitas penyimpanan bahan bakar dan melukai sedikitnya dua orang di berbagai wilayah negara itu.
Ukraina mengatakan rudal Rusia telah berulang kali menyerang blok apartemen Ukraina sejak Presiden Vladimir Putin mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada tahun 2022.
Kedua belah pihak membantah telah sengaja menargetkan warga sipil.