JAKARTA - Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Brigjen TNI Frega Wenas Ferdinand Inkiriwang mengatakan, pihaknya mempertimbangkan sejumlah rudal dari berbagai negara dalam pengadaan alutsista TNI.
Menurut Wenas, Indonesia tak hanya mempertimbangkan pembelian rudal dari perusahaan BrahMos Aerospace berbasis di India. Meski demikian, ia menolak menyebutkan nama perusahaan lain yang sedang dipertimbangkan.
“Saat ini, itu menjadi salah satu pertimbangan kami, untuk ditinjau, tetapi saya tidak dapat memberikan pernyataan resmi karena belum ada kontrak resmi,” kata Wenas saat mendampingi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin bertemu dengan mitranya dari Vietnam, Senin 10 Maret, dikutip dari Reuters.
Pada 2023, BrahMos Aerospace, perusahaan yang dimiliki bersama antara Pemerintah India dan Rusia, mengatakan kepada Reuters bahwa mereka sedang dalam diskusi lanjutan dengan Indonesia terkait kesepakatan senilai 200-350 juta juta dolar AS.
Atas apa yang disampaikan Wenas, BrahMos Aerospace tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Indonesia telah beberapa kali melakukan pembicaraan dengan BrahMos Aerospace untuk mendapatkan rudal jarak menengah versi darat dan versi yang dapat dipasang di kapal perang.
Adapun BrahMos Aerospace meraih kesepakatan luar negeri pertamanya, dengan Filipina, pada tahun 2022.