JAKARTA - Kelompok militan Palestina Hamas mengatakan siap untuk memulai perundingan gencatan senjata tahap kedua, seiring dengan selesainya pertukaran tahanan dengan sandera pada tahap pertama.
Empat jenazah sandera Israel dipulangkan pada Rabu malam dan telah identifikasi oleh Israel, disusul dengan pembebasan 620 tahanan Palestina.
Itu adalah pertukaran terakhir dari tahap pertama gencatan senjata selama enam minggu yang mulai berlaku pada tanggal 19 Januari dalam perang di Gaza.
Perundingan belum dimulai mengenai tahap kedua, yang dimaksudkan untuk mengakhiri perang yang pecah pada 7 Oktober 2023 itu.
Kelompok Hamas mengatakan pada Hari Kamis, satu-satunya cara untuk membebaskan sandera yang tersisa di Gaza adalah melalui komitmen terhadap gencatan senjata.
"Kami memperbarui komitmen penuh kami terhadap perjanjian gencatan senjata, dan menegaskan kesiapan kami untuk memasuki perundingan untuk tahap kedua perjanjian tersebut," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan, melansir Reuters 27 Februari.
Semalam, jenazah Tsachi Idan, Itzhak Elgarat, Ohad Yahalomi dan Shlomo Mantzur dipulangkan oleh Hamas. Dengan selesainya identifikasi, Israel telah menerima seluruh 33 sandera yang akan diserahkan dalam tahap pertama. 25 sandera dipulangkan hidup-hidup, delapan lainnya meninggal dunia, dikutip dari The Times of Israel.
Menteri Energi Israel Eli Cohen mengatakan pengembalian 59 sandera yang tersisa merupakan prioritas utama. Tetapi, tidak akan ada kesepakatan mengenai tahap kedua gencatan senjata jika Hamas tetap tinggal di Gaza.
"Tuntutan kami jelas," tegas Cohen, anggota kabinet keamanan, mengatakan kepada penyiar publik Kan.
Cohen mengatakan Israel berada dalam posisi yang lebih kuat untuk bernegosiasi sekarang daripada pada malam gencatan senjata, karena mendapat dukungan penuh dari Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
BACA JUGA:
Pemulangan jenazah sandera semalam buah dari upaya mediasi Mesir, sebagai imbalan atas pembebasan 620 tahanan Palestina.
Tahanan Palestina yang dibebaskan semalam termasuk 445 pria serta 24 wanita dan anak di bawah umur yang ditangkap di Gaza, serta 151 tahanan yang menjalani hukuman seumur hidup di penjara Israel.
Diketahui, tahap pertama gencatan senjata mencakup pertukaran total 33 sandera Israel dengan sekitar 2.000 tahanan dan tahanan Palestina, dan penarikan pasukan Israel dari beberapa posisi di Gaza serta masuknya bantuan.