JAKARTA- Politis PDIP Aria Bima mengomentari kehadiran Ketua DPR sekaligus Ketua DPP PDIP, Puan Maharani dalam acara Kongres VI Partai Demokrat yang digelar di The Ritz-Carlton, Jakarta, semalam. Menurutnya, PDIP memang perlu menjalin komunikasi dengan seluruh partai politik.
Aria Bima membantah jika kehadiran Puan menandakan bahwa PDIP bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus. Dia menegaskan, kehadiran Puan lantaran posisinya sebagai ketua DPR sekaligus memenuhi undangan yang mewakili PDIP.
"Enggak, saya kira Mbak Puan menempatkan pada posisi, satu, dia juga sebagai Ketua DPR yang dekat dengan seluruh partai politik. Di satu pihak memang itu undangan kepada PDI Perjuangan untuk menghadiri Kongres Demokrat," ujar Aria Bima di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 26 Februari.
"Dan saya mengapresiasi, Mbak Puan cukup luas di dalam berkomunikasi dengan lintas partai politik. Karena saat ini, memang kita butuh komunikasi mengenai hal yang terkait dengan kerjasama antar partai politik di pemerintahan," sambungnya.
BACA JUGA:
Soal bergabung ke pemerintahan, Aria Bima menekankan bahwa PDIP sudah secara tegas akan membahas hal itu di dalam Kongres Partai yang akan digelar dalam waktu dekat.
Selama ini, tambah Aria, hubungan antara PDIP dan Demokrat terjalin baik. Namun Aria mengaku tak tahu bagaimana detil dari hubungan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Hubungannya baik dalam pengertian secara fungsional kita banyak kerjasama ya. Dari dulu ya kalau kita lihat dari pilkada-pilkada maupun kegiatan di DPR, antara PDI dan Partai Demokrat itu selalu menjaga posisi masing-masing dan tetap saling menghargai," kata Aria.
"Kalau mengenai Ibu dan Pak SBY, saya kira yang tahu Pak SBY dan Ibu Mbak sendiri. Tapi PDI dan Demokrat selalu baik-baik saja," pungkasnya.